Menurut dia, tingkat fleksibilitas sangat memengaruhi bangunan terhadap guncangan gempa dan mengurangi risiko runtuhnya konstruksi bangunan. Seperti menggunakan material kayu dan bambu sebagai konstruksi hunian.
Ide nenek moyang kita dalam membangun rumah menggunaka material kayu diadopsi oleh negara Jepang. Jepang sering kali diguncang gempa, mereka meyakini efek gempa seperti runtuhnya bangunan rumah menjadi momok paling berbahaya yang dapat memakan korban jiwa.
Tim Respon Cepat Bakrie Tanggap juga membagikan kebutuhan peralatan pengungsian, seperti terpal, selimut, kebutuhan bayi, rendang kaleng siap saji, beras, air mineral, dan obat-obatan.
Trauma penyintas gempa bumi Cianjur, Jawa Barat belum pulih. Hingga lima hari di tenda pengungsian, gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil terjadi setiap hari.
Sejumlah anak penyintas gempa di Kampung Banjar Pinang, Desa Cijendil, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengisi hari-hari di pengungsian dengan belajar baca Al Qur'an.
Tim gabungan terus melakukan pencarian korban terdampak gempa M5.6 yang menerjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) lalu. Dari pencarian itu, jumlah korban meninggal yang tertimbun reruntuhan semakin banyak ditemukan.
Pakar Gempa Universitas Andalas, Dr. Badrul Mustafa, menilai pemerintah perlu melakukan upaya mitigasi bencana terutama gempa bumi, mulai dari sekolah-sekolah. Terlebih Indonesia dilewati banyak sesar atau patahan yang bisa mengakibatkan gempa sewaktu-waktu.
Saat liburan itu, gempa bumi terjadi di kawasan Istanbul Turki pada Rabu, 23 November 2022, kemarin. Pusat gempa dilaporkan berada 210 kilometer dari Istanbul dengan magnitudo 6,1 dan kedalaman 2-10 km.
Pakar Gempa dari Universitas Andalas (Unand), Dr Badrul Mustafa Kemal, menjelaskan penyebab gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bisa mengakibatkan kerusakan yang sangat parah.
Jalur sesar Cimandiri bermula dari Palabuhanratu lalu membentang ke arah timur dan berbelok ke utara di sekitar kawasan episenter gempa. Dugaan ini diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan lebar sesar Cimandiri berkisar 8-10 meter.
Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB begitu merusak dan memakan banyak korban jiwa. Menurut BNPB, per Rabu malam (23/11/2022) tercatat 271 orang telah meninggal dunia sementara 2.043 mengalami luka-luka.