Majalah TIME memilih 100 orang paling berpengaruh dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence). Dari Daftar AI TIME100 perdana itu, empat orang di antaranya adalah pioner
Ahli Robotik dan Dosen Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, menjelaskan, Artificial Intelligence (AI) merupakan teknologi mutakhir.
Banyak pekerjaan manusia yang akan tergantikan meskipun tidak semua. Oleh karena itu, manusia perlu tekun, belajar, melakukan penelitian supaya inovasi dan penelitian selalu meningkat dan terus berkembang karena motornya adalah manusia.
Fakultas Filsafat UGM bekerja sama dengan UNESCO menyusun pedoman soal etika penggunaan dan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.
Pakar Hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dina W. Kariodimedjo, memaparkan, menulis karya ilmiah menggunakan ChatGPT yang berbasis teknologi kecerdasan buatan.
Teknologi Artificial Intelligence (AI) diklaim akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi. AI diyakini dapat memangkas biaya produksi dan meningkatkan efisiensi di sektor industri.
ChatGPT bisa dikatakan sebagai produk teknologi yang mendobrak dunia digital. Banyak orang menyebut ChatGPT sebagai produk yang keren, namun juga mengerikan.
Teknologi ini bila dimanfaatkan dengan baik justru dapat membantu banyak pekerjaan dalam sebuah industri, termasuk dalam pendidikan dan kerja perusahaan.
ChatGPT menuai polemik dalam kegiatan manusia, terutama terkait pekerjaan dan pendidikan. Situs berbasis AI itu disebut cukup meresahkan lantaran berpotensi untuk menjadi sarana kecurangan akademik.
Indonesia kembali dibuat bangga atas prestasi anak bangsa. Kali ini mahasiswa di Universitas British Columbia Bachelor of Applied Science, Miklos Sunario (19) mendapat kesempatan berpidato di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (31/1/2023)