MES berusaha menghimpun dan menjalin sinergi serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan utama, dalam rangka mendorong aktivitas ekonomi dan keuangan syariah.
Berdasarkan data yang ada, dari total perumbuhan ekonomo 5,8 persen, baru sekitar 0,1 persen industri di tanah air yang menggunakan penerapan teknologi.
Kemenperin berupaya mendorong pengembangan industri halal dan melakukan penguatan terhadap seluruh rantai nilai industri halal, dari sektor hulu sampai hilir.
PLN melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) berhasil menyelesaikan proyek ini dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu 304 hari atau 10 bulan, dari target 12 bulan.
Digitalisasi isu penting dalam penciptaan kompetensi SDM di lingkungan kementerian dan lembaga di Indonesia. Dua tahun ini, usaha digital meningkat hingga 50 persen.
PLN siap memenuhi kebutuhan listrik seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Hingga Juni 2021 kapasitas listrik terpasang di Pulau Sulawesi sebesar 5,6 GW.
Industri furnitur rotan tergolong ke dalam sektor esensial yang berorientasi ekspor. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri rotan yang berdaya saing global.
Tiga daerah potensial pengembangan porang antara lain Kabupaten Pandeglang Banten, Kabupaten Tabanan Bali, dan Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.
Kementan menargetkan untuk perluasan lahan porang, termasuk pengolahan turunannya menjadi tepung, dan bahan pangan alternatif pengganti beras. Kapasitas besar bahan baku kurang.
Sandiaga mengatakan bahwa industri game bisa menjadi modal tersendiri bagi kebangkitan subsektor ekraf di tengah pandemi. Hal itu juga sejalan dengan janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan e-sport dan industri gaming yang menjadi salah satu modal bangsa.
Situasi pandemi memang berdampak pada beberapa sektor, khususnya ekonomi. Namun, MES optimistis industri kreatif syariah memiliki prospek yang baik ke depan.
PLN telah mewujudkan dukungan pada industri untuk 10 Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dengan total daya 429.500 kVA.