Terletak di antara Rajab dan Ramadan, Syaban kerap menjadi bulan di mana manusia lalai. Padahal, inilah masa angkat amal tahunan dan waktu di mana Rasulullah paling banyak melakukan puasa sunnah.
Perbedaan pandangan soal sujud tilawah dalam shalat telah berlangsung berabad-abad. Sebagian ulama menganjurkan sebagai sunnah Nabi, sementara lainnya menilai perlu kebijaksanaan dalam konteks berjamaah.
Di balik gerakan sederhana menundukkan wajah ke bumi, tersimpan perdebatan panjang para ulama. Sujud tilawah bukan sekadar ritual, tapi cermin kepatuhan dan keluasan tafsir Islam.
Amal bukan sekadar etika, tapi fondasi peradaban. Quran mengajarkan iman harus berbuah amal, dari ibadah hingga kerja produktif, menuju umat mandiri yang tak bergantung pada bangsa lain.
Semangat ibadah kaum Muslim sejak awal selalu bergelora. Tapi Rasulullah menekankan moderasi: tubuh punya hak, iman perlu ritme. Jalan tengah adalah wajah Islam yang sejati.
Seorang perempuan berkulit hitam pengidap epilepsi memilih sabar daripada kesembuhan. Riwayat hidupnya menyingkap makna sabar sebagai jalan menuju kemuliaan spiritual.
Hadis tentang Zainab dan perempuan ahli ibadah menegaskan: semangat beribadah adalah mulia, tapi Islam menuntun pada moderasi. Ibadah sejati memberi energi, bukan menyiksa tubuh dan jiwa.
Ustaz Adi Hidayat memperingatkan umat Muslim tentang dua sifat utama yang dapat membuat sholat dan ibadah menjadi sia-sia, yaitu fahsya dan munkar. Beliau menekankan bahwa sholat yang dilakukan dengan benar akan mencegah seseorang dari kedua sifat tersebut, sehingga jika seseorang masih memiliki sifat-sifat tersebut, perlu mengevaluasi kembali kualitas sholatnya.