Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Dengan melibatkan petani dan peternak di sekitar pesantren, program ini menjadi strategi nyata dalam membangun ketahanan nasional serta memperkuat kualitas SDM Indonesia melalui kemandirian pangan.
PBNU sepakat menyelesaikan konflik internal melalui Muktamar ke-35 NU yang akan digelar secepatnya. Kesepakatan dicapai dalam rapat Syuriah bersama Mustasyar di Lirboyo, Kediri.
PWNU Sulawesi Selatan menegaskan sikap tegak lurus dan patuh kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, sekaligus melakukan evaluasi organisasi dan penguatan konsolidasi internal demi menjaga adab dan soliditas jamiyah NU.
Pernyataan mantan Ketua PBNU Andi Jamaro Dulung menyoroti hasil Musyawarah Kubro di Lirboyo yang dinilai tidak dikenal dalam AD/ART NU dan tidak memiliki legitimasi konstitusional dalam struktur Nahdlatul Ulama.
PBNU mengawali agenda di Jawa Timur dengan silaturahmi dan sowan ke para masyaikh pesantren Surabaya dan Kediri sebagai bagian konsolidasi kepemimpinan, penguatan ukhuwah ulama, dan penjagaan khittah NU.
KH Zulfa Mustofa langsung bergerak cepat usai ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum PBNU dengan melakukan kunjungan kerja pertama ke Banten. Ia menegaskan kedekatan historis NU dengan Banten, meninjau pembangunan kampus NU, dan memaparkan rencana fasilitas pelayanan seperti rumah sakit NU.
PBNU resmi menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum menggantikan Gus Yahya dalam Rapat Pleno tertutup di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Keputusan bersejarah ini dikukuhkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan menjadi tonggak penting menuju Muktamar 2026.
PBNU menggelar Rapat Pleno pada 9 Desember 2025 di Jakarta, diawali doa bersama dan donasi untuk korban bencana di Sumatera. Forum konstitusional ini membahas dinamika kepemimpinan, termasuk penetapan Pj Ketua Umum pengganti Gus Yahya sesuai keputusan Syuriah PBNU.
Forum Silaturrahim Kader NU se-Dunia menyampaikan keprihatinan atas dinamika di PBNU dan menegaskan pentingnya kembali pada Khittah 1926. Lewat Konsolidasi Virtual yang diikuti 910 peserta, forum mendorong Syuriyah PBNU memulihkan wibawa organisasi dan memastikan proses menuju Muktamar 2026 berjalan tertib.
PWNU Aceh mengajak masyarakat melaksanakan shalat ghaib untuk para korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Abu Sibreh menegaskan pentingnya doa, etika publik, serta solidaritas dalam menghadapi bencana besar yang merenggut ratusan jiwa.
Gus Imron menilai surat Penegasan Pleno PBNU cacat moral dan material. Ia menegaskan hanya Rais Aam yang berwenang mengundang Rapat Pleno sesuai aturan NU.