Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menegaskan, Al-Quran merupakan asas utama bagi umat manusia dalam membangun peradaban di muka bumi.
Al-Qur'an adalah kalam ilahi yang mulia. Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia.
Akhlak memiliki arti adat yang dengan sengaja dikehendaki. Artinya, sebuah perangai sikap yang terbiasa yang menimbulkan sebuah perbuatan baik tanpa terikat terhadap norma tertentu.
CEO Penerbit Sakeena, Ihsanun Kamil Pratama, menjelaskan cara edukasi anak saat terjadi peristiwa krisis adab yang viral di media sosial. Dia mencontohkan aksi saweran kepada Qariah asal Tangerang, Ustadzah Nadia Hawasy, beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, adab pertama dalam membaca Al-Quran yang dianjurkan oleh para ulama Salafus Shalih yaitu hendaknya membaca dalam kondisi yang sempurna.
Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau Aa Gym mengatakan terdapat beberapa adab kepada orang tua yang penting untuk diketahui oleh sang anak, yaitu:
Menjawab perkara itu, pengasuh Pondok Pesantren Tahdzibul Washiyyah, KH Wawan Shofwan Shalehuddin mengatakan bahwa durhaka tidak hanya berlaku bagi anak saja, tetapi juga dengan orang tua kepada anak.
Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan, seorang anak tidak boleh congkak di hadapan orang tua. Oleh karena itu, setinggi apapun gelar atau jabatan yang anak emban, harus tetap rendah hati di hadapan kedua orang tua.
Mushaf Al-Qur'an terkadang diletakkan sembarangan. Bahkan tak jarang, mushaf Al-Qur'an ditumpuk dengan benda atau buku lain. Lalu bagaimana hukum meletakkan barang di atas mushaf Al-Qur'an?
Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, kategori manusia berakhlak dan beradab dalam perspektif Islam memiliki tafsir berbeda. Orang beradab belum tentu berakhlak. Itulah mengapa peradaban di negara maju tidak mencerminkan akhlak penduduknya.
Menurut Ustaz Firdaus Lc. M.Pd, Malaikat Jibril berwasiat kepada Nabi untuk selalu berbuat baik kepada tetangga, tidak mengancam, dan jangan meremehkan kebaikan tetangga.
Tidak mengganngu tetangga merupakan salah satu adan bertetangga yang harus dijalankan oleh umat Islam, sikap tersebut mencerminkan adanya rasa saling menghargai