LANGIT7.ID, Jakarta - CEO Penerbit Sakeena, Ihsanun Kamil Pratama, menjelaskan cara edukasi anak saat terjadi peristiwa krisis adab yang viral di media sosial. Dia mencontohkan aksi saweran kepada Qari’ah asal Tangerang,
Ustadzah Nadia Hawasyi, beberapa waktu lalu.
Menurut pria yang akrab disapa Canun Kamil itu, hal pertama yang mesti dilakukan adalah memperkuat karakter anak sejak dini. Penguatan karakter itu penting agar anak tumbuh karena keberkahan hubungan kepada Allah.
“Maka, jika krisis adab terpampang di hadapan layar kita, apa yang sejatinya perlu kita bangun? Kita perlu kembali sadar, bahwa menstimulasi anak untuk mengenal Allah, dan jatuh cinta kepada Allah, adalah hal yang paling awal mula perlu kita lakukan,” kata Canun Kamil dalam kuliah daring yang diikuti
Langit7, Sabtu (7/1/2022).
Baca Juga: Disawer Saat Baca Al Quran, Qoriah Nadia Hawasyi Buka Suara
Menanamkan rasa cinta kepada Allah di hati sangat penting dilakukan sebelum dibebani syariat. Jika rasa cinta sudah ada, tanpa disuruh pun mereka akan beribadah dengan sendirinya.
“Karena, ketaatan tanpa cinta, berpotensi menjadi ketaatan yang semu dan kering, mudah lelah dan hilang ketaatan itu,” ucap Canun Kamil.
Selain itu, menstimulasi anak untuk mengenal Allah dan merasakan kehadiran serta pengawasan-Nya di setiap detik hidupnya tentu tak kalah penting. Anak harus distimulasi bahwa Allah Maha Mengetahui segala, bahkan setiap bisik-bisik dalam hati manusia.
Anak harus distimulasi bahwa Allah Maha menjamin rezeki. Rezeki bahkan tidak akan pernah tertukar suapan untuk kakak dan adik, meski berasal dari satu
rice cooker yang sama. Allah Maha Melihat, sekalipun anak bermain petak umpet.
Baca Juga: Aksi Saweran ke Qoriah Cerminkan Suul Adab
Ketika kehadiran dan pengawasan Allah yang penuh cinta senantiasa dirasa, maka akhlak anak akan terbentuk. Dia akan terus terdorong untuk mendekat kepada Allah, mulai dari hal-hal kecil, seperti rajin ikut ayah ke masjid.
“Maka, jika krisis adab terjadi bisa jadi karena sebagian kita mungkin hanya sekedar tahu nama Allah namun belum terlalu mengenal-Nya. Mari, kita obati krisis adab ini dimulai dari dalam diri kita, dalam keluarga kita, untuk menyadari kehadiran-Nya, dalam setiap detik hidup kita,” ujar Canun Kamil.
Baca Juga: Soal Aksi Sawer Qariah, Fatayat NU: Itu Tindakan Pelecehan(jqf)