Selain booster vaksin, hal lain yang perlu diatur adalah sinkronisasi antara sertifikat vaksin via aplikasi PeduliLindungi dengan ketentuan di Arab Saudi.
Mengenai ketentuan karantina lima hari, menurut Wawan menjadi sebuah tantangan bagi Pemerintah Indonesia agar dapat memenuhi standar ketentuan Menteri Kesehatan Arab Saudi, contohnya standarisasi Swab PCR, Sertifikat Vaksinasi dan Jenis Vaksin itu sendiri.
Arab Saudi akan sangat mempertimbangkan posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Selain itu, menurut dia lagi, Indonesia juga berkepentingan karena merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar.
Jika pun menggunakan vaksin selain yang disetujui, semisal produk China (Sinopharm atau Sinovac), jamaah tetap bisa menjalankan ibadah umrah dengan catatan vaksinasi booster.
Meski begitu, para jemaah umrah nantinya wajib disuntik salah satu dari empat vaksin lain seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Jhonson and Jhonson sebagai booster.
Setelah Arab Saudi mengizinkan wanita menyetir kendaraan sendiri dan membolehkan mereka bekerja di sektor jasa transportasi, terjadi lonjakan jumlah pengemudi wanita di layanan daring hingga lima kali lipat.
Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, pemerintah kerajaan Arab Saudi menyebutkan sembilan negara tidak dapat melakukan penerbangan langsung, yakni India, Indonesia, Pakistan, Turki, Mesir, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.