Karena adanya dua kemungkinan ini, maka tidak setiap perubahan sosial dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam menarik kesimpulan pemahaman atau penafsiran ayat-ayat Al-Quran
Al-Quran memerintahkan kita untuk merenungkan ayat-ayatnya dan mengecam terhadap mereka yang sekadar mengikuti pendapat atau tradisi lama tanpa suatu dasar. Itu sebabnya setiap manusia dituntut untuk memahami Al-Quran.
Mutlak perlu untuk memperhatikan penjelasan-penjelasan Nabi tersebut dalam rangka memahami atau menafsirkan firman-firman Allah. Dengan begitu, tidak terjadi penafsiran yang bertentangan dengannya.
Perkembangan tafsir dapat ditinjau dari segi kodifikasi (penulisan) juga dari sudut metode penafsiran. Walaupun disadari bahwa setiap mufassir mempunyai metode yang berbeda dalam perinciannya dengan mufassir lain.
Kalau pada masa Rasul SAW para sahabat menanyakan persoalan-persoalan yang tidak jelas kepada beliau, maka setelah wafatnya, mereka terpaksa melakukan ijtihad, khususnya mereka yang mempunyai kemampuan semacam 'Ali bin Abi Thalib, Ibnu 'Abbas, Ubay bin Ka'ab, dan Ibnu Mas'ud.
Seseorang tidak dapat membenarkan satu teori ilmiah atau penemuan baru dengan ayat-ayat Al-Quran. Kalau demikian, apakah Al-Quran harus dipahami sesuai dengan paham para sahabat dan orang-orang tua kita dahulu?
Diriwayatkan oleh Imam Malik bahwa Said Ibn Musayyab, bila ditanya mengenai tafsir suatu ayat, beliau berkata: Kami tidak berbicara mengenai Al-Quran sedikit pun.
Ada beberapa ayat sering dipermasalahkan karena cenderung memberikan keutamaan kepada laki-laki, seperti dalam ayat warisan (QS al-Nis'a'/4: 11) juga persaksian (QS al-Baqarah/2:228, Surat al-Nisa'/4:34).
Mahad Aly Darul Ulum (Takhasus Al-Quran wa Ulumuhu) akan menyelenggarakan Pekan Ngaji Tafsir Nusantara, di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, selama empat hari
Kisah dalam Al-Quran memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan manusia. Melalui 26 kata qishash yang tersebar dalam berbagai surat, Al-Quran menyajikan kisah nyata para nabi dan umat terdahulu. Prof. Quraish Shihab menegaskan, tidak ada bacaan yang melebihi perhatian seperti Al-Quran.