Nubuat Nabi tentang peperangan dengan bangsa Turki berwajah lebar terbukti dalam sejarah invasi Mongol dan Tatar. Peristiwa ini menjadi tanda kecil kiamat sekaligus titik balik peradaban Islam.
Api dahsyat meletus di Madinah pada 654 Hijriyah, menerangi langit hingga ke Syam. Fenomena vulkanik ini menjadi bukti autentik nubuat Nabi tentang salah satu tanda kecil mendekatnya hari kiamat.
Diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah alarm pertama kiamat. Isyarat dua jarinya menegaskan bahwa dunia telah memasuki babak final dan tidak ada nabi lagi yang menghalangi kehancuran semesta.
Nubuat Nabi tentang bangsa Turk berwajah lebar terbukti dalam sejarah invasi Mongol hingga kejayaan Dinasti Utsmaniyah. Al-Wabil mengurai transformasi bangsa ini dari penghancur menjadi pilar Islam.
Al-Wabil membedah kebatilan teori pembatasan umur dunia 7000 tahun. Di tengah klaim as-Suyuthi, realitas sejarah dan kritik Ibnul Qayyim membuktikan bahwa waktu kiamat mutlak menjadi rahasia Allah.
Al-Wabil membedah rahasia kiamat: bahkan nabi Ulul Azmi pun tidak tahu kapan jam terakhir tiba. Spekulasi waktu kiamat disebut sebagai kebodohan yang menentang otoritas mutlak Allah.
Pengetahuan kiamat adalah rahasia mutlak Allah. Al-Wabil menegaskan bahwa nabi dan malaikat pun tidak tahu kapan jam terakhir berdetak, menjadikan misteri ini sebagai peringatan bagi setiap jiwa.
Ia adalah momen ketika semua manusia dihimpun untuk mempertanggungjawabkan hidup mereka. Namun sebelum itu, akan ada tanda-tanda. Dan sebagian di antaranya kini sedang mampir di depan pintu.
Sudah sejak dulu kala banyak orang memprediksi terjadinya kiamat pada tanggal-tanggal tertentu. Bahkan para pakar dan beberapa ulama masa silam, juga membicarakan waktu kapan terjadinya kiamat.