Kaum Mutazilah menolak shirth hakiki karena dianggap tidak logis. Para ulama membantahnya dengan menegaskan bahwa kekuasaan Allah melampaui hukum fisika dunia dan hukum akal yang terbatas.
Mengimani shirath bukan sekadar meyakini adanya jembatan, melainkan menyadari kedahsyatan ujian di atas neraka. Akumulasi amal di dunia akan menjadi penentu kecepatan setiap hamba menuju surga.
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapatkan rezeki. (QS Ali 'Imran 3: 169)
Qur'an tidak hanya menjelaskan tentang hari akhir, tetapi juga memberikan banyak informasi mengenai peristiwa-peristiwa menjelang dan sesudah kematian, termasuk kehidupan di alam barzakh.
Kemah-kemah para perusak sangat menyenangkan. Mereka yang mendurhakai Tuhan (tampak) tenang. Ini semua dilihat oleh mataku, didengar oleh telingaku dan kuketahui sepenahnya.
Menghadapi para pengingkar, Al-Qur'an seringkali mengemukakan alasan-alasan pengingkaran, baru kemudian menanggapi dan menolaknya. Hal demikian terlihat dengan jelas dalam uraian Al-Qur'an tentang hari akhir.
Ada dua hal pokok berkaitan dengan keimanan yang mengambil tempat tidak sedikit dalam ayat-ayat Al-Quran. Pertama uraian serta pembuktian tentang keesaan Allah, kedua pembuktian tentang hari akhir.
Jika ayat sebelumnya mengisahkan bagaimana proses mematikan adalah perkara mudah bagi Allah SWT, maka begitupun pada surah Yasin ayat 51-52 ini dijelaskan bahwa mudah bagi Allah SWT untuk membangkitkan mereka kembali.