Dalam salah satu hadits, Nabi Muhammad menasihati: Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada keluargaku.
Setiap malam, di sepertiga terakhir waktu ketika manusia lain terlelap, Khalifah Umar bin Khattab memukul kakinya sendiri dengan ngeri. Apa yang telah kau lakukan hari ini? serunya kepada dirinya sendiri.
Kadang, sesuatu yang kita cari tidak akan kembali jika terlalu menarik bagi orang lain. Dengan membuatnya tampak tidak berharga, orang lain menjadi tidak tergoda untuk memilikinya.
Di era kini, introspeksi, atau muhasabah, terasa semakin asing. Orang-orang dengan mudah menghitung untung-rugi di pasar saham, tapi gagal menghitung berapa banyak dusta yang mereka ucapkan hari ini.
Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab. Bagi Al-Ghazali dan para wali sesudahnya, pernyataan ini bukan retorika moral, tetapi sebuah disiplin harian.
Tegas dan keras. Tapi bukan karena dingin. Ia sedang mengajarkan bahwa cinta yang benar tidak kehilangan kendali. Karena jiwa yang benar-benar suci, adalah jiwa yang mampu menahan badai.
Bagi dunia tasawuf, tarian dan musik bukan sekadar seni hiburan. Ia adalah bahasa lain dari jiwamedium yang membangkitkan cinta, rasa syukur, ketakjuban, dan kadang, kehancuran ego.
Kisah ini mengajarkan kesadaran yang terus-menerus akan kematian sebagai pintu menuju makrifat. Bukan untuk menakut-nakuti diri, melainkan sebagai alat untuk hidup lebih sadar, lebih jernih, dan tidak terperdaya oleh ilusi dunia.
Penyakit, dalam pandangan ini, bukan sekadar persoalan ketidakseimbangan unsur tubuh. Ia bisa menjadi surat cinta dari Tuhan, tali gaib yang menarik sang hamba kembali ke jalan-Nya.
Dunia ini adalah sebuah panggung atau pasar yang disinggahi oleh para musafir di tengah perjalannya ke tempat lain. Di sinilah mereka membekali diri dengan berbagai perbekalan untuk perjalanan itu.
Kisah perumpamaan yang luhur ini, yang dikutip dari ajaran-ajaran Nizamudin Awlia yang hidup pada abad keempat belas, dianggap memiliki pesan-pesan kebaikan pada beberapa tingkat.