Nabi SAW bersabda, sesungguhnya ujian paling berat adalah yang diberikan kepada para nabi, di bawah itu para wali Allah, kemudian ulama, dan seterusnya di bawah para ulama.
Salah satu kelebihan manusia, yaitu Allah berikan syahwat atau hawa nafsu. Tenaga inilah yang mendorong terjadinya perubahan dalam kehidupan manusia. Hawa nafsu bisa membawa manusia kepada kejayaan, namun juga bisa membawa kepada jurang kehancuran.
Setiap orang di akhirat nanti akan sibuk dengan urusannya masing-masing, boleh jadi orang tua tidak sempat memikirkan anaknya, begitupun saudara tidak sempat memikirkan saudara lainnya. Dalam kondisi seperti itu, ada tujuh golongan manusia yang langsung mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Kalau kesibukan yang mengatur seseorang, maka sampai tua ia akan sibuk terus. Namun, bila seseorang mampu mengatur kesibukan maka ia memiliki pengaturan waktu dalam kehidupan.
Orang yang tidak berorientasi pada akhirat, dunialah yang menjadi surganya. Bila umurnya selesai, ajalnya datang, maka selesailah semua urusannya, dan hanya bertumpu pada dunia, padahal dunia seperti air laut, semakin diminum semakin haus, dan semakin kering tenggorokan, tak akan pernah cukup.
Masyarakat Indonesia seperti yang dikatakan Bung Karno mengalami 'up and down' atau timbul tenggelam dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut diulas almarhum KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya.
Bukti keimanan dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, laksana juru parkir yang menjaga deretan mobil atau motor di pasar.
Kiai Zainuddin menekankan, pemimpin harus siap berkorban untuk rakyat yang dipimpinnya. Belum lagi, kata dia, Firman Allah bahwa hamba yang gemar menolong akan ditolong juga oleh Allah ketika dalam kesulitan.