Adib menjelaskan, 33 peserta yang dinyatakan lulus tahap seleksi akhir merupakan peserta terpilih. Sebab, menurutnya, seleksi yang dilakukan Kemenag maupun UEA tidak mudah.
Adib menjelaskan, para calon imam masjid untuk UEA yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti tes wawancara yang dilakukan secara luring di Jakarta pada Selasa, 7 Juni 2022.
Dari sisi finansial, pemerintah UEA sangat detail dan perhatian terhadap kesejahteraan para imam masjid. Menurut penjelasannya, terdapat tiga tingkat kepangkatan dalam pengurus masjid.
Adib menargetkan, 17 imam masjid akan berangkat pada awal Juni 2022 mendatang. Hal ini, kata dia, mengingat beberapa imam sudah memberikan konfirmasi terkait hasil MCU dan kelengkapan berkas.
Sesuai kesepakatan dua negara, Indonesia akan mengirimkan 200 imam masjid hingga 2022. Pada tahun 2021, Kemenag melakukan dua kali seleksi dan mendapatkan 50 imam masjid.
Kamaruddin mengatakan, pada 2021 telah lolos seleksi 50 imam, dan 30 orang di antaranya telah diberangkatkan untuk bertugas di UEA. Sedangkan 20 imam berikutnya akan diberangkatkan setelah Idul Fitri 1443 H. Mereka mendapat penempatan di beberapa negara bagian UEA.
Kewajiban menyiapkan imam yang berkualitas sama dengan kewajiban membangun masjid. Karena masjid dan imam adalah satu paket, ibarat negara membangun pengadilan, maka kelengkapan pengadilan paling inti adalah perangkat hakim.
Imam Besar Masjid New York mengkritik gagasan menjadikan Kemal Ataturk menjadi nama salah satu jalan di Jakarta. Ide itu tak sesuai dengan semangat syariah.