Indonesia berpotensi menjadi negara maju berkat kekayaan alamnya. Namun, diperlukan kepemimpinan bijak dan strategi tepat untuk mewujudkannya. Penulis mengajak elit politik untuk membuat keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat. Dengan optimisme dan pembelajaran dari masa lalu, Indonesia bisa bangkit menjadi bangsa yang kuat dan terhormat.
Zakat memiliki tiga dimensi, yaitu membersihkan jiwa, membersihkan harta dan membersihkan berbagai macam persoalan di masyarakat. Hal ini diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat
Merujuk pada situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada September 2022 mencapai 26,36 juta orang atau 9,57 persen. Angka ini meningkat 0,20 juta orang dibandingkan Maret 2022.
Direktur Utama PT Capital Life Syariah, Fitri Hartati, mengungkapkan, pihaknya menaruh kepercayaan tinggi kepada Baznas dalam menyalurkan zakat perusahaan.
Keberadaan masjid dan takmir memiliki peranan sangat penting, karena memegang amanah untuk membawa jemaah ke arah lebih baik. Takmir masjid juga memiliki tanggung jawab yang sangat berat, sekaligus sangat mulia.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Ibu Kota, turun dari 502 ribu menjadi 494 ribu, atau 4,61 persen selama kurun waktu sekitar enam bulan.
Jusuf Kalla menyebut mayoritas umat Islam di Indonesia baru mengamalkan tiga poin rukun Islam yakni syahadat, shalat, dan puasa. Sementara, zakat dan haji baru sedikit yang bisa sebab terkendala secara ekonomi.
Berbagai problematika tengah dihadapi oleh umat Islam. Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki), menilai, persoalan utama umat Islam di Indonesia adalah masalah ekonomi.
Pendidikan di Indonesia belum merata. Begitu kesan Hanif Azhar, saat menjalani aktivitas sebagai Pengajar Muda di Gerakan Indonesia Mengajar di Talang Airguci, Desa Sugihan, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada 2015 silam.
Wakil Presiden (wapres) K.H Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa terbitnya Inpres tersebut untuk mempercepat sebab pemerintah bertekad pada 2024 kemiskinan ektrem menjadi nol persen.
Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menemukan fenomena yang mengkhawatirkan dimana 7,8 juta perokok miskin terkonfirmasi pernah mengalami kerawanan pangan, dari derajat ringan hingga parah.