Dalam menghadapi para pengingkar, Al-Qur'an seringkali mengemukakan alasan-alasan pengingkaran, baru kemudian menanggapi dan menolaknya. Hal demikian terlihat dengan jelas dalam uraian Al-Qur'an tentang hari akhir.
Ada dua hal pokok berkaitan dengan keimanan yang mengambil tempat tidak sedikit dalam ayat-ayat Al-Quran. Pertama adalah uraian serta pembuktian tentang keesaan Allah SWT, dan kedua adalah uraian dan pembuktian tentang hari akhir.
Tanda-tanda alam yang disebut hadis sebagai tanda kiamat sudah dekat terus bermunculan. Air di Sungai Efrat kian menyusut, tanah arab yang gersang berubah subur, sampai peringatan dari Danau Tiberias.
Salah satu tanda-tanda kiamat adalah terjadinya 3 penenggelaman ke bumi. Peristiwa ini berdasar pada hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid ra
Sudah sejak dulu kala banyak orang memprediksi terjadinya kiamat pada tanggal-tanggal tertentu. Bahkan para pakar dan beberapa ulama masa silam, juga membicarakan waktu kapan terjadinya kiamat.
Allah SWT menjawab pertanyaan orang-orang kafir Quraisy bahwa yang mereka nantikan tidak lain kecuali hanya sebuah teriakan atau tiupan yang seketika membinasakan mereka.
Belajar dari deretan ramalan kiamat yang selalu meleset membuat masyarakat sulit memercayai prediksi kapan datangnya hari akhir itu. Kendati demikian, Islam telah menginformasikan tentang tanda-tanda datangnya kiamat.
Fisikawan Universitas Illinois Amerika Serikat, Heinz von Foerster, memprediksi hari akhir itu akan terjadi pada hari Jumat, 13 November 2026. Hadis Nabi juga menyebut kiamat akan terjadi di hari Jumat.
Hari kiamat merupakan peristiwa kehancuran menyeluruh pada bumi dan alam semesta dan semua isinya. Pada hari kiamat, tak ada satupun planet yang tersisa, termasuk bumi.
Dalam kengerian Hari Kiamat, tidak ada tempat berlindung yang aman dan tidak ada yang dapat menyelamatkan diri dari kekuatan dahsyat yang meluluhlantakkan segala sesuatu.
Penghancuran Kabah akan didahului dengan sejumlah tanda-tanda kiamat yang telah terjadi. Peristiwa ini terjadi setelah Islam usang, Al-Qur'an diangkat, dan Masjidil Haram tidak Iagi dipakai untuk ibadah haji.
Ketika Allah Ta'ala menghendaki adanya hari akhir, maka umat manusia dalam keadaan kebingungan yang luar biasa atas terbelahnya bumi menjadi potongan-potongan lain