Menghijaunya pegunungan Makkah ini banyak dihayati warganet sebagai pertanda semakin dekatnya Hari Kiamat. Kesan ini berangkat dari hadits Rasulullah SAW yang menyatakan kiamat tidak akan terjadi hingga tanah Arab menghijau.
Juru Pusat Meteorologi Nasional, Hussain Al-Qahtani mengatakan sebagian besar wilayah Saudi memang dilanda badai petir sejak Ahad (8/1) hingga Selasa (10/1) besok.
Makkah dikenal sebagai daerah yang kering dan tandus karena dikelilingi padang pasir. Namun baru-baru ini pegunungan dan bukit-bukit di Makkah hingga Jeddah menghijau ditumbuhi banyak tumbuhan selepas hujan mengguyur kawasan tersebut.
Ketika Allah Ta'ala menghendaki adanya hari akhir, maka umat manusia dalam keadaan kebingungan yang luar biasa atas terbelahnya bumi menjadi potongan-potongan lain.
Hari Jumat disebut juga sebagai Sayyidul Ayyam atau Tuannya Hari. Sebutan itu disematkan karena ada 5 peristiwa besar yang terjadi pada hari khusus tersebut.
Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha, mengungkapkan salah satu tanda kiamat adalah saat umat Islam berlomba-lomba membangun masjid megah dan mewah, tapi sepi dari jamaah.
Kiai Zae Nandang menerangkan, di hari itu tangisan kesedihan tidak ada kaitan dengan nasab. Sebab, masing-masing orang akan sibuk dengan dirinya, tidak akan menoleh yang lain, walaupun terhadap keluarganya sendiri mereka tidak akan saling memperhatikan.
Anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustaz Amin Muchtar menjelaskan, Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga umat Islam bertasyabuh atau menyerupai kaum kafir dalam cara hidup kaum Romawi dan Persia.
Tragedi akibat kekacauan yang memakan ratusan korban jiwa baru-baru ini, wabah Covid-19 yang membunuh jutaan orang di seluruh dunia, munculnya penyakit misterius pada anak, patut menjadi renungan bagi kaum beriman.
Penulis menguraikan bahwa Dajjal hari ini sungguh sudah ada, di Laut Syam. Namun, perlu menjadi perhatian serius bahwa umat Islam tidak perlu lebih jauh menelisik sesuatu yang ilmunya dirahasiakan.
Surat Al Zalzalah 1-8 mengulas tentang mencekamnya hari kiamat. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa manusia akan mendapatkan imbalan atas amal perbuatannya.
Rasulullah memberikan isyarat bahwa kedatangan Hari Kiamat diawali dengan munculnya berbagai kekacauan di muka bumi. Apabila telah banyak kaum perusak, maka semua akan hancur.