LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak peristiwa yang mengakibatkan kematian mendadak menjadi salah satu
tanda kiamat dan ini sudah sering terjadi pada zaman sekarang. Kematian mendadak bisa terjadi karena penyakit, wabah, bencana, kecelakaan, dan sebagainya.
Tragedi akibat kekacauan yang memakan ratusan korban jiwa baru-baru ini, wabah Covid-19 yang membunuh jutaan orang di seluruh dunia, munculnya penyakit misterius pada anak, patut menjadi renungan bagi kaum beriman.
Rasulullah bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : مِنِ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ يُرَى الْهِلالُ قِبَلا ، فَيُقَالُ : لِلَيْلَتَيْنِ ، وَأَنْ تُتَّخَذَ الْمَسَاجِدَ طُرُقًا ، وَأَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفُجَاءَةِ Artinya:
Dari Anas bin Mâlik, dia meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara dekatnya hari kiamat, hilal akan terlihat nyata sehingga dikatakan ‘ini tanggal dua’, masjid-masjid akan dijadikan jalan-jalan, dan munculnya (banyaknya) kematian mendadak. (HR. Thabrani). Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Sementara, datangnya hari kiamat adalah sebuah kepastian yang wajib di imani keberadaannya.
Baca juga: Tragedi Jembatan Gantung Ambruk di India Tewaskan 134 OrangDilansir laman MUI, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali menerangkan, kiamat sudah dekat apabila banyak manusia berbuat kerusakan di muka bumi. Kerusakan yang ditimbulkan membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia itu sendiri.
Misalnya, Rasulullah pernah menjelaskan bahwa kiamat sudah dekat apabila suatu kaum sudah terang-terangan melakukan perzinaan. Lalu, zina menimbulkan berbagai penyakit yang tidak dikenal sebelumnya.
Mati mendadak bagi orang yang beriman bisa jadi itu merupakan bentuk kasih sayang dari Allah SWT dan sebaliknya bisa disebut siksaan bagi orang yang tidak beriman. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : مَوْتُ الْفُجَاءَةِ تَخْفِيفٌ عَلَى الْمُؤْمِنِ ، وَأَخْذَةُ أَسَفٍ عَلَى الْكَافِرِ Artinya:
Dari ‘Aisyah, dia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh SAW bersabda, “Kematian mendadak adalah keringanan terhadap seorang mukmin, dan siksaan yang membawa penyesalan terhadap orang kafir.” (HR Abdurrazzaq). KH Abdul Muiz menerangkan, tak dapat dimungkiri bahwasanya tiap kejadian yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah. Terkadang Allah menghendaki terjadinya sesuatu agar manusia dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.
Baca juga: 16 Tragedi Kerumunan Paling Mengenaskan, Termasuk di IndonesiaAdapun kematian mendadak sebenarnya bukanlah hal yang ganjil untuk terjadi, karena pada hakikatnya kematian itu adalah hal yang pasti terjadi.
Semua yang bernyawa pasti akan mati, akan tetapi bila kematian yang terjadi bersifat massal maka hal tersebut perlu menjadi bahan refleksi dan mawas diri.
(sof)