Konsep ini sering dicontohkan oleh manusia terbaik, Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan dakwahnya, salah satunya adalah peristiwa penolakan dakwah di Thaif.
Tahun ini, konferensi yang dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Agama dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi, mengangkat tema Khairu Ummah.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti mengatakan penguatan moderasi beragama hendaknya dijadikan sebuah gerakan. Dan hal tersebut harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.
Wapres melanjutkan rangkaian Kunjungan Kerjanya dengan mengunjungi Dubai, Persatuan Emirat Arab pada tanggal 2 November kemarin, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir hari ini, Jumat.
Menurut Ustaz Teten, seseorang yang bersikap ghuluw dapat disebabkan karena beberapa hal. Di antaranya dikarenakan kekurangan ilmu dan tidak memahami hakikat agama serta rasa fanatisme yang berlebihan dalam beragama.
Guru Besar Ilmu Hadis ini mengatakan, Bimas Islam tengah melatih 50 ribu penyuluh untuk dapat memberikan bimbingan agama kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Prof Kamaruddin mengatakan, para penceramah dan para dai bermitra dengan Kementerian Agama untuk sama-sama menyampaikan pesan agama yang moderat dan berbangsa.
Sigit menyampaikan pentingnya menjaga rasa persatuan dan kesatuan dari seluruh elemen bangsa Indonesia untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban serta tenang, aman dan damai.
Sikap moderat dalam keseharian, berbangsa, dan beragama merupakan langkah yang tepat di tengah keragaman bangsa Indonesia. Sikap moderat juga menjadi sarana efektif dalam menjaga akidah dan agama masing-masing penganutnya.
Menurut dia, ideologisasi bangsa ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui satuan pendidikan. Sehingga, semestinya tidak perlu terjadi adanya satuan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai yang kontraproduktif dengan ideologi kebangsaannya.
Ada fenomena berkaitan hubungan antara beragama dan berbangsa atau bernegara. Ini tidak lepas dengan kondisi politik belakangan ini. Perbedaan pandangan politik seolah memecah pandangan bahwa yang beragama tidak berbangsa atau bernegara. Pun yang yang berbangsa atau bernegara dianggap kurang beragama.