Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Abdul Muti: Moderasi Beragama Harus Jadi Sebuah Gerakan

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 08 Desember 2022 - 17:17 WIB
Abdul Muti: Moderasi Beragama Harus Jadi Sebuah Gerakan
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan penguatan moderasi beragama hendaknya dijadikan sebuah gerakan. Dan hal tersebut harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.

"Penguatan moderasi beragama semestinya menjadi bagian dari gerakan sosial," ujar Mu'ti dikutip dari Antara, Kamis (8/12/2022).

Dia melanjutkan, sebagai sebuah gerakan moderasi beragama harus menyentuh aspek cara pandang. Artinya, masyarakat harus memahami moderasi beragama dari sudut pandang yang bisa dilihat dari berbagai perspektif.

Baca juga: Kemenag Tingkatkan Wawasan Moderasi Beragama Penceramah

Menurutnya, moderasi beragama memiliki kerangka konseptual, bahkan kerangka teologis yang ada pada agama-agama di Indonesia. Dalam konteks Islam misalnya, moderasi beragama dikaitkan dengan Wasathiyah Islam yang juga menjadi program besar bangsa Indonesia setelah Deklarasi Bogor pada 2019.

"Membangun mindset ini memberikan konstruksi bahwa moderasi beragama itu built in dalam ajaran agama, bukan diimpor dari luar agama. Apalagi dipaksakan oleh kepentingan tertentu," katanya.

Kemudian, selain mindset, Mu'ti juga mengatakan aspek penting dalam moderasi beragama adalah membangun ruang perjumpaan sebanyak-banyaknya di antara kelompok berbeda. Ruang perjumpaan itu menjadi pintu di mana moderasi beragama menjadi gerakan sosial dan keagamaan.

"Dengan ada ruang dialog itu, maka ada tiga proses penting di dalamnya, yaitu listening atau mau mendengar, sharing atau kesempatan menyampaikan pandangan, serta understanding atau saling memberikan pemahaman," ucapnya.

Baca juga: Imam Besar Istiqal: Moderasi Beragama Bukan Liberalisasi dan Westernisasi

Namun, ia menyadari terdapat beberapa hal yang memang tidak semua orang bisa bersetuju. Misalnya, pada aspek yang berkenaan dengan perbedaan fundamental antaragama maupun intern agama. Meski demikian, ada juga ruang yang semua orang bisa bersama, yaitu ruang universal.

"Perlu ada ruang dialog sehingga bisa saling memahami apa yang selama ini menjadi sumber kesalahpahaman. Ini perlu diperbanyak," tutur Mu'ti.

Moderasi beragama, lanjut Mu’ti, juga menciptakan ruang inklusi. Ia menilai Lukman Hakim Saifuddin cukup berani saat menjadi Menag, dengan membuka ruang inklusi bagi pemeluk agama Baha'i.

"Moderasi beragama meniscayakan adanya inklusi di mana agama tidak bisa dikuantifikasi. Saya tidak setuju istilah mayoritas dan minoritas. Sebab, keyakinan sangat personal, tidak bisa dikuantifikasi. Sebab, kuantifikasi itu alat politik," jelasnya.

Baca juga: Perkuat Moderasi Agama, Ulama Tunisia Bahas Kerjasama dengan Masjid Istiqlal

Mu’ti mengakui bahwa tantangan yang dihadapi dalam penguatan moderasi beragama tidak mudah. Namun, penguatan moderasi beragama tetap harus menjadi suatu hal yang harus terus berlanjut. Sehingga, penguatan moderasi beragama tidak boleh dan tidak harus menjadi program pemerintah, meski masuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)