Tathayyur, kepercayaan tentang nasib sial dalam Islam, termasuk praktik syirik yang harus dihindari. Rasulullah SAW menegaskan bahwa perasaan sial ini bertentangan dengan tauhid dan tawakkal kepada Allah. Meski kadang terlintas dalam pikiran, umat Muslim diajarkan untuk tidak menjadikannya penghalang dan tetap berserah pada ketentuan Allah SWT. Menurut ulama, praktik ini hanya membawa kegelisahan dan membatasi potensi diri.
Tragedi ritual sesajen di Situs Pettabulue Soppeng menewaskan 9 wisatawan dan melukai 8 orang saat pohon besar tumbang. MUI Sulsel menegaskan praktik tersebut termasuk syirik dan membahayakan aqidah. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kembali pada ajaran tauhid yang benar.
Di era modern ini kemusyrikan banyak sekali yang dikarenakan oleh uang dan kekuasaan. Banyak orang yang kemudian mengatakan bahwa segalanya bisa dibeli dengan uang.
KH Zae Nandang menyebutkan ketika orang menyeru atau berdo'a bersama dengan Allah Ta'ala Tuhan yang lain, maka sama sekali tidak ada burhan atau alasan dalil.
Anggota Majelis Penasihat PP Persis ini mengatakan, melaksanakan ibadah hanya kepada Allah harus diikuti dengan perbuatan baik dan taat kepada Rasulullah SAW.
Sebab itu termasuk khurafat (cerita tentang hal-hal yang ajaib dan aneh yang merupakan kedustaan). Hal ini dalam Islam dikenal dengan tathayyur, yakni merasa bernasib sial karena sesuatu.
Pada surat Al-Adiyat ayat 1 ini Allah bersumpah atas nama kuda perang. Menurut mufassir, kuda perang memiliki beban yang lebih berat dari pada kuda peliharaan, dan kuda lainny
Ustaz Oemar menjelaskan, berdasarkan hadis shahih riwayat Tirmidzi bahwa Rasulallah SAW pernah memasuki masjid kemudian mendengar seseorang berdoa dengan redaksi surat Al-Ikhlas.
Masjid Jami Keramat Luar Batang dibuka untuk umum setiap harinya non stop. Namun ia menyayangkan ada sejumlah peziarah yang datang dengan niat menyimpang dari ajaran agama Islam, seperti halnya agar mudah rezeki dan mendapatkan karamah.
Ia memberikan contoh, bila seorang muslim hanya sebatas bertanya kepada temannya yang dianggap memiliki indera keenam, meski hanya sekedar bertanya dan tidak percaya tetap akan mendapatkan dosa.
Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, meminta pertolongan kepada dukun merupakan dosa besar dalam hukum Islam. Namun, di Indonesia ada dua Jenis dukun yang boleh didatangi. Dua Jenis itu lebih merupakan pengobatan tradisional yang masih dilestarikan hingga saat ini.