Pengaruh industri esports di Indonesia begitu terasa dengan maraknya kompetisi nasional dan internasional. Pertumbuhan tersebut berdampak pula pada kemunculan tim-tim esport yang menawarkan pemain terbaiknya.
Pratama memaparkan, penetrasi internet di Indonesia saat ini masih menyisakan ruang kosong sebesar 25 persen. Artinya, masih ada sejumlah wilayah di Indonesia yang belum terhubung dalam jaringan, terutama di wilayah-wilayah pelosok atau 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal).
Indonesia harus bisa menciptakan atlet baru e-Sport nasional yang berkualitas dan menjuarai berbagai kompetisi olahraga permainan digital tingkat dunia.
Masih ada anggapan miring seputar dunia digital di banyak pesantren. Namun berbeda dengan Bayt Al-Qur'an, pesantren pasca tahfidz bentukan Quraish Shihab ini tak hanya menerapkan digitalisasi di pembelajarannya, namun juga saat memberikan kebermanfaatan kepada umat Islam melalui platform cariustadz.id.
Pesantren Bayt Al-Quran sudah mengkader ribuan hafidz sejak 2009 lalu. Pesantren pasca tahfidz ini merupakan salah satu program Pusat Studi Al-Quran (PSQ) dalam bentuk pesantren, khusus para santri dari berbagai daerah yang sudah hafal 30 juz.
Ponpes Assalaam Solo telah go digital sejak tahun 2000. Kini Ponpes Assalaam tak hanya punya website, tapi sistem informasi digital, e-learning bahkan observatorium dengan teknologi digital.
Kementerian Agama mendorong pesantren untuk Goes Digital. Sebab hal ini dinilai sebagai suatu keninscayaan di era sekarang, apalagi saat masa pandemi Covid-19.
Webinar ini akan mengulas peran santri di era digital. Para santri sudah berhasil membawa kemerdekaan untuk Indonesia, kini mereka ditantang membuat perubahan di era digital.