Syekh Abdurrauf As-singkili adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera, Nusantara dan Asia Tenggara pada umumnya. Ia juga mempelopori penulisan Tafsir Al-Qur'an di Nusantara.
Indonesia memiliki banyak ulama mufassir ternama. Jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia, ulama-ulama sudah menelurkan berbagai macam mahakarya kitab tafsir Al-Qur'an. Bahasa yang digunakan pun beragam dari bahasa Melayu, bahasa Jawa, bahasa Sunda hingga bahasa Bugis.
Rektor INAIFAS Jember, Gus Rijal Mumazziq Z, M.HI mengatakan Indonesia tak hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun di negeri ini, juga kaya sumber daya manusia yakni hidup ribuan ulama dengan kapasitas keilmuan yang tak bisa diremehkan.
Wartawan LANGIT7.ID Muhajirin berkesempatan mewawancarai Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Bangil, Dr (Cand) Ahmad Kholili Hasib, M.Ud, membahas tentang sejarah dan sepak terjang Habaib atau Alawiyyin di Nusantara. Terutama peran mereka dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Air.
Sebutan Habaib atau habib adalah sebutan antropologis untuk orang-orang Hadramaut yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayyidina Husein bin Ali. Asal mula keturunan Nabi Muhammad di Indonesia diawali migrasi keturunan Sayyidina Husein di Hadramaut dari jalur seorang ulama bernama al-Imam as-Sayyid 'Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir.
Belanda melakukan segala upaya untuk memecah belah dan mengadu domba umat Islam di Indonesia. Beruntung umat Islam memiliki jejaring sosial, intelektual dan spiritual yang kuat yakni mata rantai sanad ulama Nusantara.
Pengamat Sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari, angkat suara terkait informasi di jagad maya yang menyebut ada sahabat Nabi Muhammad SAW yang pernah ke Nusantara.