Di bawah bayang-bayang Snouck Hurgronje, kolonial Belanda berusaha memahami Islam sambil tetap mencurigainya. Dari politik pengawasan dan tafsir akademik yang bias, lahir kesadaran baru di kalangan Muslim Hindia.
Kolonialisme membelah arah Islam di Nusantara: Inggris merangkul elite lama, Belanda mendekati kaum pembaru. Dari benturan sayyid, reformis, dan kolonial lahirlah kesadaran baru: Islam sebagai ruang perjuangan bangsa.
Tragedi Cimareme 1919 mempertemukan dzikir dan peluru. Di balik doa Haji Hasan tersimpan perlawanan agraria dan kebangkitan politik Islam. Kolonial menanggapinya dengan darah, bukan keadilan.
Dari ladang tebu yang terbakar di Cilegon 1888 hingga meja birokrat kolonial di Batavia, lahir proyek besar Belanda: menjinakkan Islam. Ketakutan pada Mekah berubah jadi strategi kekuasaan.
Dari Leiden ke Mekah, Christiaan Snouck Hurgronje menjelma dari ilmuwan muda menjadi arsitek pengetahuan kolonial. Ia membela Islamtapi demi memahami, mengatur, dan menjaga kekuasaan Belanda di Hindia.
Politisi Partai Kebangkitan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan bahwa pemerintah kolonial Belanda saat berkuasa di Indonesia membuat sanksi-sanksi untuk menjaga kekuasaannya.
Waduk Tempuran memiliki banyak fungsi. Selain untuk keperluan irigasi pertanian, budi daya ikan tawar, keberadaan kawasan wisata Waduk Tempuran jugadikembangkan untuk pariwisata.