Langit7, Blora - Waduk Tempuran disebut memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakatnya.
Berada di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora ini, Waduk ini memiliki keunggulan tersendiri, seperti wisata perahu dayung, aneka kuliner khas Blora, peternakan, serta wisata petik jambu kristal.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, Waduk Tempuran memiliki banyak fungsi. Selain untuk keperluan irigasi pertanian, budi daya ikan tawar, keberadaan kawasan wisata Waduk Tempuran juga dapat dikembangkan untuk pariwisata.
"Sektor ini dapat ditingkatkan dengan pemanfaatan paket wisata," kata dia dikutip dari keterangan resminya.
Baca juga: Tips Travelling di Musim Hujan, Jangan Lupa Bawa Obat-ObatanIa meminta pemerintah desa setempat dapat mengajak masyarakat membudi dayakan sapi potong mau pun perah. Sebab, dengan memanfaatkan peluang itu, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Adanya pandemi Covid-19, sekarang masyarakat butuh dolan. Wisata Waduk Tempuran ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat Blora dan sekitarnya,” imbauya.
Baca juga: Ini 3 Makanan Tradisional dari Jabung Lampung TimurSebagai informasi, Waduk Tempuran dibangun pada 1916 oleh kolonial Belanda ini. Selain berfungsi sebagai lahan penyimpanan air pertanian dan perikanan, saat ini juga telah dikembangkan menjadi arena pelatihan cabang dayung, dan kawasan wisata perahu naga, petik jambu kristal, wisata edukasi, serta sentra kuliner aneka olahan ikan.
Keberadaan kawasan wisata Waduk Tempuran terbukti mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, karena membuka lapangan kerja bagi warga Desa Tempuran dan sekitarnya. Banyak warga yang bekerja di kawasan wisata Waduk Tempuran, sehingga berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat, bahkan tingkat pendidikan warga juga naik.
(zul)