Menurut Al-Quran surat Al Qiyamah ayat 7-10, gerhana merupakan pengingat manusia tentang hari penghakiman, karena Matahari, Bulan, dan Bintang kehilangan cahayanya.
Tak hanya Gerhana Bulan Total 2022, satu dekade belakangan fenomena alam pernah terjadi. Berikut daftar GBT pernah teramati di Indonesia, melansir dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Fenomena gerhana Bulan total atau khusuful qamar dapat disaksikan dengan mata telanjang di Indonesia pada Selasa, 8 November 2022. Kementerian Agama pun mengajak umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan salat gerhana atau salat khusuf.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan fenomena langit, Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 8 November 2022. Istimewanya, fenomena ini dapat disaksikan secara langsung di Indonesia tanpa bantuan alat optik.
Gerhana bulan diperkirakan terjadi pada 8 November 2022. Umat Islam dianjurkan melaksanakan salat khusuf atau salat gerhana saat terjadi fenomena alam tersebut.
Gerhana Matahari merupakan keadaan di mana bulan berada di antara matahari dan bumi. Sehingga sinar matahari terhalang sebagian atau seluruhnya ke bumi.
Organisasi Riset Penerbangan Antariksa (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut akan ada 4 gerhana yang akan terjadi sepanjang tahun 2022 ini.
Meski Indonesia tidak kebagian untuk melihat fenomena ini, namun Sahabat Langit7 bisa melihat melalui tayangan live streaming di akun Facebook, Youtube dan website resmi NASA.
Gerhana ini hanya dapat disaksikan di Benua Amerika, Eropa, Afrika, Timur Tengah (kecuali Iran bagian Timur) Selandia Baru, dan sebagian besar Oseania.
Selama ini, kriteria hilal awal Hijriyah adalah ketinggian dua derajat, elongasi tiga derajat, dan umur bulan delapan jam. MABIMS sepakat mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal tiga derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Kementerian Agama mengimbau umat Islam untuk melakukan salat sunnah gerhana. Karena masih pandemi, pelaksanaan salat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).