Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menilai inti ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah menebar kesalehan kolektif. Bangsa Indonesia memerlukan energi kolektif untuk menebar segala jenis kebaikan tentang persatuan dan perdamaian.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammdiyah Haedar Nashir mengucapkan selamat kepada menteri dan wakil menteri yang dilantik Presiden Jokowi dan berharap mereka dapat menunaikan tugas dan amanat dengan baik.
Haedar menceritakan bagaimana saat-saat terakhirnya bersama Buya Syafii. Buya Syafii berwasiat untuk disiapkan makam untuknya di Taman Makam Husnul Khatimah di Kulon Progo.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir meminta Muhammadiyah mengarap sektor ekonomi, bisnis, dan wirausaha, terutama di bidang industri halal dan pariwisata. Permintaaan ini bukan tanpa alasan, sebab di sektor ini kaum muslimin masih tertinggal.
Haedar menjelaskan, ayat ini berisi dua sisi bahwa manusia bisa jadi pembangun, tapi juga bisa menjadi perusak. Fungsi kekhalifahan adalah menghilangkan sisi merusak itu sehingga menjadi manusia pembangun.
Buya Syafii sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman sejak 1 Maret 2022. Dugaan awal, Buya mengalami serangan jantung ringan.
Haedar menilai, peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama. Olehnya, masyarakat dan umat Islam di Indonesia tidak terpengaruh dengan berbagai informasi menyesatkan terkait konflik.
Prof Yahya Muhaimin pernah menjadi Menteri Pendidikan Nasional(Mendiknas) era Presiden Gus Dur, Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Anggota PP Muhammadiyah periode 2000-2005 dan Atase Dikbud di Washington DC Amerika Serikat.
Pemeringkatan UniRank tahun ini ialah perguruan tinggi yang terakreditasi resmi di setiap negara. Dari 5 PTS Indonesia yang masuk, 3 berasal dari Muhammadiyah.