Pembangunan Amal Usaha Muhamadiyah (AUM) menjadi upaya konkrit dalam membangun pusat-pusat keunggulan, serta wujud bentuk garis koordinatif yang terang dan kokoh.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir berharap, perhelatan akbar Muktamar mampu menjadi ajang menampilkan wajah sejati Muhammadiyah.
Menurut dia, IPM harus membangun kultur di kalangan remaja menjadi seorang pelajar yang lekat dengan keislamannya sekaligus punya komitmen akhlak dan alam pikiran yang melampaui-melintasi.
Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menilai inti ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah menebar kesalehan kolektif. Bangsa Indonesia memerlukan energi kolektif untuk menebar segala jenis kebaikan tentang persatuan dan perdamaian.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammdiyah Haedar Nashir mengucapkan selamat kepada menteri dan wakil menteri yang dilantik Presiden Jokowi dan berharap mereka dapat menunaikan tugas dan amanat dengan baik.
Haedar menceritakan bagaimana saat-saat terakhirnya bersama Buya Syafii. Buya Syafii berwasiat untuk disiapkan makam untuknya di Taman Makam Husnul Khatimah di Kulon Progo.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir meminta Muhammadiyah mengarap sektor ekonomi, bisnis, dan wirausaha, terutama di bidang industri halal dan pariwisata. Permintaaan ini bukan tanpa alasan, sebab di sektor ini kaum muslimin masih tertinggal.
Haedar menjelaskan, ayat ini berisi dua sisi bahwa manusia bisa jadi pembangun, tapi juga bisa menjadi perusak. Fungsi kekhalifahan adalah menghilangkan sisi merusak itu sehingga menjadi manusia pembangun.
Buya Syafii sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman sejak 1 Maret 2022. Dugaan awal, Buya mengalami serangan jantung ringan.