Museum Muhammadiyah sendiri bukan sekadar tempat wisata dan edukasi biasa, akan tetapi juga sebagai tempat menjaga memori kesejarahan peran-peran kebangsaan, kemanusiaan, dan keumatan Muhammadiyah.
Tempat ini diharapkan juga sebagai wahana bagi anak muda untuk mengenal Buya Syafii dan mengenal dunia melalui koleksi maupun karya Buya yang disimpan di rumah in.
Tema yang akan diusung pada muktamar nanti adalah 'Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta'. Ini dipilih untuk Muhammadiyah yang lebih maju dan terus berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
Slamet menuturkan, muktamirin yang hendak menginap juga akan dijamu oleh takmir masing-masing masjid. Pihak dari masing-masing masjid pun telah mengumpulkan donasi untuk keperluan muktamirin.
Prof. Dr. Din Syamsuddin, merekomendasikan beberapa nama di antaranya incumbent Haedar Nashir. Selain itu ada Ketua Umum, Abdul Muti, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng KH Tafsir.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan, Indonesia merupakan rumah besar bagi masyarakat Indonesia yang beragam. Negara tidak perlu condong ke mazhab tertentu karena bisa membahayakan kemajemukan yang selama ini menjadi mozaik bangsa Indonesia.
Negara tidak perlu campur tangan dengan dinamika pemikiran keagamaan karena akan membahayakan bagi kemajemukan yang selama ini menjadi mozaik Bangsa Indonesia.
Haedar menjelaskan, dengan kandungan dan makna surat Al-Ashr ini, Rasulullah mengubah bangsa Arab yang sebelumnya penyembah berhala menjadi umat Islam yang memurnikan tauhid.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan agar kebijakan negara jangan sampai merugikan agama, apalagi hingga terkesan antiagama.