Tema yang akan diusung pada muktamar nanti adalah 'Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta'. Ini dipilih untuk Muhammadiyah yang lebih maju dan terus berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
Slamet menuturkan, muktamirin yang hendak menginap juga akan dijamu oleh takmir masing-masing masjid. Pihak dari masing-masing masjid pun telah mengumpulkan donasi untuk keperluan muktamirin.
Prof. Dr. Din Syamsuddin, merekomendasikan beberapa nama di antaranya incumbent Haedar Nashir. Selain itu ada Ketua Umum, Abdul Muti, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng KH Tafsir.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan, Indonesia merupakan rumah besar bagi masyarakat Indonesia yang beragam. Negara tidak perlu condong ke mazhab tertentu karena bisa membahayakan kemajemukan yang selama ini menjadi mozaik bangsa Indonesia.
Negara tidak perlu campur tangan dengan dinamika pemikiran keagamaan karena akan membahayakan bagi kemajemukan yang selama ini menjadi mozaik Bangsa Indonesia.
Haedar menjelaskan, dengan kandungan dan makna surat Al-Ashr ini, Rasulullah mengubah bangsa Arab yang sebelumnya penyembah berhala menjadi umat Islam yang memurnikan tauhid.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan agar kebijakan negara jangan sampai merugikan agama, apalagi hingga terkesan antiagama.
Di momen Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal 1444 Hijriah, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa, Nabi Muhammad SAW adalah pembangun peradaban utama. Allah menjuluki Rasulullah sebagai Ahmad, simbol dan role-model segala keterpujian.
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut satu nyawa saja sangat berharga dan harus dijaga. Tragedi di Stadion Kanjuruhan tentu menyisakan duka mendalam.
Koordinator PPI Dunia asal PPI Tiongkok, Achyar Al Rasyid menyatakan, menerjemahkan pemikiran dari para ilmuwan Indonesia ke dunia merupakan yang yang penting. Karena selama ini, Indonesia hanya menjadi konsumen dari pemikiran asal luar negeri.