Haedar Nashir terpilih kembali dan ditetapkan sebagai ketua umum periode 2022-2027. Keputusan ini berdasarkan hasil musyawarah 13 anggota PP Muhammadiyah.
Meski Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang mengandalkan kualitas dan bukan kuantitas, Haedar Nashir mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk terus memperkuat basis di akar rumput.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mendukung Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Prof. Dr. Abdul Mu'ti kembali memimpin Muhammadiyah lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Pusat Muktamar ke 48 Muhammadiyah, Marpuji Ali mengatakan, kehadiran Muktamar Fair dan MITE ini dalam rangka memasarkan produk dan pengembangan teknologi untuk bisa memperlihatkan sejauh mana kemampuan PTM dan Sekolah Muhammadiyah.
Terkait dengan pembangunan gedung baru Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Haedar Nashir mengungkapkan keinginan Syafii Maarif agar Muallimin-Muallimat menjadi uswah hasanah bagi model pendidikan Islam.
Menurut Haedar, Pemilu tak sekadar kontestasi politik, melainkan proses transformasi kebangsaan. Penting bagi capres dan cawapres untuk memahami secara mendalam konstitusi serta sejarah bangsa.
Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah telah menyeleksi puluhan kandidat dan mengerucut jadi 39 nama melalui persidangan pada 5-6 November 2022 lalu. Selanjutnya, 39 calon pimpinan itu diseleksi lagi pada 19 November 2022.
Museum Muhammadiyah sendiri bukan sekadar tempat wisata dan edukasi biasa, akan tetapi juga sebagai tempat menjaga memori kesejarahan peran-peran kebangsaan, kemanusiaan, dan keumatan Muhammadiyah.
Tempat ini diharapkan juga sebagai wahana bagi anak muda untuk mengenal Buya Syafii dan mengenal dunia melalui koleksi maupun karya Buya yang disimpan di rumah in.