Pakistan telah mengusulkan rencana dua tahap untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz. Akankah Iran setuju dengan usulan ini?
Penyesalan pemilih Donald Trump meningkat tajam jelang pemilu 2026. Survei terbaru CNN dan YouGov ungkap melemahnya basis dukungan, terutama soal ekonomi, inflasi, dan perang Iran.
Di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya, seakan muncul satu pemain yang perlahan mengambil panggung, yaitu Pakistan. Upaya diplomasi atau hanya sekadar cari panggung hingga menyisihkan India?
Setelah Pakistan mengklaim siap menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung, Iran membantah. Dipastikan Iran tidak terlibat dalam upaya yang dipimpin Pakistan tersebut.
Spanyol tegas menolak beri dukungan ke Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Iran. Makin mempertegas hal tersebut, kini Spanyol menutup wilayah udaranya bagi pesawat-pesawat AS yang terlibat dalam serangan terhadap Iran.
Aksi protes besar-besaran menentang pemerintahan Donald Trump berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) terjadi pada Sabtu (28/3) lalu. Diperkirakan lebih dari delapan juta orang bergabung dalam aksi bertajuk No Kings tersebut.
Klaim Presiden Donald Trump kali ini yaitu Amerika Serikat mendapat hadiah dari Iran tanpa merinci apa hadiahnya. Trump hanya sebut hadiah itu senilai jumlah uang yang sangat besar dan ada kaitannya dengan Selat Hormuz.
Iran mengatakan perang melawan Israel dan Amerika Serikat yang sedang berlangsung ini lebih dari sekadar membela diri, melainkan juga sebagai bagian dari komitmen yang lebih luas yaitu untuk mendukung Palestina, khususnya Gaza.
Kepala Pusat Anti-terorisme Amerika Serikat (AS) Joe Kent mengundurkan diri dari jabatannya karena perang Iran. Ia juga mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mengubah arah dan tak mau tunduk terhadap Israel.
Ketegangan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi jadi durian runtuh bagi Indonesia. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut lonjakan harga batu bara, CPO, nikel hingga emas bisa mendongkrak penerimaan negara dan menopang APBN 2026.