Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Akademi Salam, Tempat Siswa Temukan Kemerdekaan dalam Belajar

Muhajirin Ahad, 29 Mei 2022 - 05:00 WIB
Akademi Salam, Tempat Siswa Temukan Kemerdekaan dalam Belajar
Kegiatan di Sanggar Anak Alam (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Berawal dari keinginan Praktisi Pendidikan, Toto Rahardjo yang ingin membuat satu wadah pendidikan yang memberikan kebebasan kepada anak menemukan naluri belajar mereka. Didirikanlah Akademi Sanggar Anak Alam atau Akademi Salam. Anak yang tergabung di akademi ini akan mempelajari hal paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Salam berdiri pada 1988 di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Dalam perkembangannya, Salam beretamorfosis menjadi komunitas pemuda ANANE29 sampai saat ini.

Pada 20 Juni 2000, Salam dihidupkan lagi oleh Sri Wahyaningsih dan Toto Rahardjo di Kampung Nitiprayan, Kelurahan Ngestiharjo, Bantul, Yogyakarta.

Toto menjelaskan, Akademi Salam didirikan untuk merespons zaman digital. Salam ingin memfasilitasi orang-orang yang hendak belajar secara mandiri secara kontekstual. Diharapkannya, Akademi Salam ini mempermudah menjaring interaksi sekaligus akses kepada kehidupan yang ingin diperdalam oleh siswa.

Baca juga: Sabrang: Saat Sekolah Hanya Dipahami Wadah Cari Pekerjaan

Salam saat ini berfokus pada beberapa isu seperti isu pangan, isu teknologi terapan, fashion, urusan sosial budaya, dan terutama mendidik siswa untuk membangun ekonomi secara mandiri atau secara merdeka.

"Nah, diharapkan kelak Akademi Salam ini juga bisa me-follow-up bersama-sama mahasiswanya untuk mewujudkan apa yang telah diperoleh secara bertahap di pembelajaran di Akademi Salam," kata Toto melalui kanal Akademi Salam, dikutip Sabtu (28/5/2022).

Toto berharap, para alumni Salam kela bisa berjejaring dan bekerja secara kolaboratif dengan sesama siswa. Salam juga tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang memiliki visi membangun kehidupan secara mandiri.

"Untuk proses berikutnya nanti secara kelembagaan Akademi Salam akan segera mengembalikan rencana ini," kata Toto.

Para pengajar atau narasumber di Salam yang akan memfasilitasi siswa adalah orang sudah melakukan inovasi di berbagai macam isu. Isu-isu itu kelak diperlukan oleh siswa Akademi Salam.

"Diharapkan para Narasumber yang sudah memiliki pengalaman itulah yang akan menjadi pemantik atau pendorong mahasiswa untuk menemukan penemuan baru atau inovasi yang kelak akan menjadi bekal untuk kehidupan secara mandiri," ucap Toto.

Merancang Pembelajaran Mandiri, Merdeka, dan Kontekstual

Pandemi Covid-19 mengajak para pelajar untuk melihat kembali hakikat belajar. Tiba-tiba sekolah formal dialihkan ke rumah. Seketika para orangtua harus mengambil peran guru di sekolah. Masalah baru muncul, terutama mengenai akses internet dan kemampuan orang tua mendampingi anak.

Toto dalam tulisannya Pandemi dan Dekonstruksi Belajar menuturkan, hampir rata-rata diskusi yang dibahas dalam hal ini hanya seputar metode, teknik belajar-mengajar, bahkan persoalan dititikberatkan pada internet dan biaya pulsa yang membengkak.

Baca juga: Lewat Fasilitas Ruang Publik, Komunitas Dongeng Ajak Anak Cintai Alam

Hampir tidak pernah ada pembicaraan akar masalah yang menjadikan masyarakat sangat tidak mandiri dalam perkara belajar. Nah, Akademi Salam mengajak membangkitkan kepekaan masyarakat untuk melihat pembelajaran mandiri, merdeka, dan kontekstual.

Laboratorium Komunitas Belajar

Salam meyakini, untuk menyelenggarakan pendidikan tidak cukup hanya dilakukan di dalam ruang kelas antara guru dan siswa. Diperlukan proses belajar yang secara holistik terbangun relasi dengan orang tua murid dan lingkungan setempat.

Proses belajar merupakan gerakan untuk menemukan nilai-nilai serta pemahaman hidup yang lebih baik, itulah hakikat dari "Sekolah Kehidupan". Menciptakan kehidupan belajar yang merdeka, di mana seluruh proses pendidikan dibangun atas dasar kebutuhan kolektif, berangkat dari kesepakatan bersama seluruh warga belajar.

Dalam penyelenggaraan proses belajar selalu berangkat dari kekuatan, kemampuan yang dimiliki. Terbuka untuk bantuan dari luar, namun bersifat tidak mengikat serta tidak merusak prinsip kemandirian.

Kemandirian yang dimaksud terkait dengan cara pandang, metode belajar-mengajar, media yang digunakan, sumber-sumber logistik, pendanaan serta adat istiadat yang bersumber dari komunitas setempat.

Salam meyakini, pendidikan dasar juga merupakan pondasi penting untuk meletakkan sistem berpikir dan sikap yang terbangun sejak anak-anak. Itu untuk memahami potensi dan problematika serta realitas kehidupan untuk bekal pada masa mendatang.

Baca juga: Ternyata Sekolah Alam Terinspirasi dari Surat Al-Baqarah Ayat 30

Maka, Salam berupaya menciptakan ruang bagi anak-anak serta komunitas untuk leluasa melakukan eksperimen, eksplorasi, dan mengekspresikan berbagai temuan pengetahuan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar.

Salam sebagai Laboratorium Sekolah Kehidupan menititikberatkan pada kebutuhan dasar manusia, yakni Pangan, Kesehatan, Lingkungan dan Sosial Budaya. Maka, Salam mengambil tema itu sebagai perspektif yang bisa dikembangkan dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Proses Jadi Siswa Akademi Salam

Untuk masuk menjadi siswa Akademi Salam tidak rumit dan berbelit-belit. Orang tua mengikuti dialog dengan penyelenggara untuk menyepakati persyaratan prinsipil yang harus diikuti oleh orang tua.

Salam fokus menyelenggarakan sarana Taman Belajar untuk anak-anak yakni Taman Bermain usia 2-4 tahun, Taman Anak (TA) usia 4-6 tahun, Sekolah Dasar 6 tahun ke atas, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Akademi (terbuka untuk semua umur dewasa).

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)