LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak hal tentang doa yang bisa kita hayati dalam kehidupan manusia. Karena doa adalah menjadi perwujudan bahwa manusia dalam kehidupannya tidak bisa berdiri sendiri. Manusia sebagai hamba tetap memerlukan peran besar di luar kemampuan diri manusia, yaitu Tuhan YME. Karena sekuat apapun manusia, ia tetap memerlukan otoritas Tuhan YME untuk memfinalisasi atas ikhtiar ikhtiarnya agar bisa sesuai dengan harapan yang diinginkan manusia. Memang dalam permohonan melalui doa ini, ada yang terkabul dengan cepat, ada yang lama, dan ada pula doa yang ditunda pengabulannya oleh Allah dan bahkan tidak kunjung dikabulkan sepanjang hidupnya.
Ketika
berdoa manusia kerap harap-harap cemas apakah doanya akan dijawab dan dikabulkan. Sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berharap, namun keputusan terkabul atau tidaknya tetap Allah yang menentukan. Namun demikian dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ternyata ada orang-orang yang doanya tidak pernah ditolak Allah. Tiga orang ini ketika memanjatkan sesuatu permintaan pasti akan selalu dikabulkan oleh Allah. Siapa saja mereka itu ?
![Siapa Saja Yang Doanya Bakal Terkabul?]()
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Ada tiga orang yang tidak ditolak do'a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, "Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Tirmidzi)
Orang yang Berpuasa hingga Berbuka Ada beberapa alasan kenapa orang ini doanya begitu mustajab. Salah satunya, mereka tengah menjalankan perintah Allah SWT. Dan Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang menjalankan perintahnya terutama ibadah wajib seperti puasa Ramadhan. Orang yang berpuasa juga akan menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan Allah, sehingga pada saat itu jiwanya suci, serta terhindar dari sikap sombong karena berusaha merendahkan diri di hadapan Allah. Oleh karena itu, dia lebih dekat dan lebih taat kepada Tuhan, dengan meninggalkan makanan dan minuman karena takut kepada Sang Maha Pemberi.
Penguasa yang Adil Pemimpin yang adil laksana bayang-bayang Tuhan, karena Adil sendiri merupakan salah satu dari sifat Allah yakni Al 'Adlu atau yang Maha Adil. Makna dari adil disini adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan proporsi dan pengambil keputusan yang tepat. Lantas mengapa doa sang pemimpin adil mudah terkabul ? Karena Ia menanggung berbagai pengharapan hajat hidup orang banyak. Seperti diceritakan dalam sebuah riwayat Masyhur, bahwa suatu ketika saat Umar bin Khattab menjadi pemimpin, Beliau begitu terkenal sebagai pemimpin yang adil. Saat itu, Gubernur Mesir Amr bin Ash mengadu kepada sang khalifah tentang peceklik panjang yang menimpa warga Mesir. Sungai Nil yang menjadi sumber kehidupan di negeri tersebut tidak lagi mengalirkan air. Amirul Mukminin kemudian memanggil Amr bin Ash untuk datang ke Madinah. Ia kemudian memberikan surat kepada Amr bin Ash untuk dilemparkan ke sungai Nil. Surat tersebut berisi doa sang khalifah yang isinya "Wahai sungai, engkau adalah makhluk Allah yang diciptakan oleh-Nya untuk menolong hamba-Nya yang lain, jika engkau adalah makhluk ciptaan Allah bantulah hamba-hamba Allah dan mengalirlah engkau!" Doa Umar bin Khattab begitu mustajab, karenanya hingga kini sungai Nil tidak pernah lagi mengalami kekeringan.
Orang yang Teraniaya Anda sebaiknya berhati-hati jika menghadapi orang yang teraniaya atau kesusahan. Jika tidak dapat membantunya, sebaiknya tidak melakukan tindakan yang bisa menyakiti hatinya. Karena Allah telah menjamin doa mereka akan terkabul. Allah sebenarnya tidak menyukai doa yang buruk yang ditujukan kepada orang lain. Namun ada kondisi di mana doa, baik doa itu baik ataupun buruk akan dikabulkan oleh Allah SWT. Adalah doa orang-orang yang terdzalimi dan teraniaya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang doabya selalu dikabulkan Allah SWT.
(adm)