Sering Disalahpahami, Ini Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah Saat Masih Muda
Muhajirin
Jum'at, 10 Juni 2022 - 15:44 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah saat masih belia kerap disalahpahami banyak orang terutama non-muslim. Bahkan ia dijadikan bahan penghinaan oleh Politisi India Nupur Sharma. Akibatnya umat Islam seluruh dunia marah dan mengecam penghinaan terhadap Rasulullah dan Ibunda Aisyah.
Baca Juga:Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW, Kecaman Datang dari Negara-negara Islam
Ibunda Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi dalam keadaan masih gadis. Dia merupakan putri dari pasangan Abu Bakar As-Shiddiq dan Ummu Ruman.
Aisyah berasal dari marga Bani Taim. Al-Husaini dalam buku Baitun Nubuwwah, Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW menyebutkan, wanita marga Bani Taim terkenal patuh, lemah lembut, dan dapat bergaul dengan baik.
Rasulullah menikahi Aisyah tepat pada Syawwal tahun ke-1 kenabian di Mekkah atau sekitar tiga tahun setelah wafatnya sang istri pertama, Khadijah binti Khuwailid. Mahar yang diberikan Rasulullah untuk Aisyah sebesar 12 uqiyyah atau 400 dirham.
Baca Juga:7 Peristiwa Penting di Bulan Syawal dalam Sirah Nabawi
Quraish Shihab dalam Buku 'Membaca Sirah Nabi SAW dalam sorotan Al-Qur'an dan Hadits-hadits Shahih' menyatakan, tidak ada kritikan atau cemoohan dari musuh-musuh Rasulullah tentang pernikahan Rasulullah dan Aisyah saat itu.
Baca Juga:Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW, Kecaman Datang dari Negara-negara Islam
Ibunda Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi dalam keadaan masih gadis. Dia merupakan putri dari pasangan Abu Bakar As-Shiddiq dan Ummu Ruman.
Aisyah berasal dari marga Bani Taim. Al-Husaini dalam buku Baitun Nubuwwah, Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW menyebutkan, wanita marga Bani Taim terkenal patuh, lemah lembut, dan dapat bergaul dengan baik.
Rasulullah menikahi Aisyah tepat pada Syawwal tahun ke-1 kenabian di Mekkah atau sekitar tiga tahun setelah wafatnya sang istri pertama, Khadijah binti Khuwailid. Mahar yang diberikan Rasulullah untuk Aisyah sebesar 12 uqiyyah atau 400 dirham.
Baca Juga:7 Peristiwa Penting di Bulan Syawal dalam Sirah Nabawi
Quraish Shihab dalam Buku 'Membaca Sirah Nabi SAW dalam sorotan Al-Qur'an dan Hadits-hadits Shahih' menyatakan, tidak ada kritikan atau cemoohan dari musuh-musuh Rasulullah tentang pernikahan Rasulullah dan Aisyah saat itu.