home edukasi & pesantren

Benarkah Materi Peperangan dalam Sejarah Islam Ajarkan Radikalisme?

Rabu, 13 Juli 2022 - 20:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Salah satu episode penting dalam sejarah Islam kerap berkaitan dengan peperangan. Namun sayangnya, perang dianggap identik dengan radikalisme dan tidak mengedepankan kedamaian. Bahkan materi seputar peperangan dalam sejarah Islam dan sejarah kehidupan Rasulullah, sempat ditarik dari buku pelajaran di madrasah pada tahun 2018 oleh Kementerian Agama melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162 dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.

Padahal sejatinya, peperangan dalam sejarah Islam tidak ada kaitannya dengan radikalisme. Pakar sejarah peradaban Islam, Ustadz Asep Sobari, menegaskan, materi peperangan dalam sejarah Islam tidak hanya sekadar adu fisik atau baku hantam. Ada banyak aspek esensial yang justru memberikan pelajaran penting.

“Peperangan dalam literatur Islam tidak terbatas pada pertempuran. Tema peperangan dalam sirah nabawiyah bukan sekadar baku hantam. Coba definisi para ulama, peperangan itu semua peristiwa yang terkait dari pra dan setelah peperangan,” kata Asep Sobari di Sirah TV, dikutip Rabu (13/7/2022).

Baca Juga:Akhlak Rasulullah Terhadap Musuh, Tidak Membenci dan Menguburkan Jasadnya Saat Perang

Ustadz Asep menjelaskan, semasa Rasulullah hanya ada 27 peperangan yang dipimpin langsung oleh beliau. Selebihnya dipimpin oleh sahabat. Dari jumlah tersebut, hanya 9 peperangan yang terjadi pertempuran atau baku hantam.

Artinya, ada materi-materi lain yang bisa dipelajari, seperti ilmu leadership Rasulullah, manajemen, ilmu komunikasi massa, strategi, hingga mengedepankan kemanusiaan meski berada di area konflik.

“Di sana ada strategi, leadership Rasulullah, bagaimana Rasulullah mengomunikasikan sebuah isu,” kata Ustadz Asep.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
perang sejarah islam sirah nabawiyah ustadz asep sobari
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya