Ahmad Fuadi Angkat Sisi Cinta Tak Biasa Hamka di Novel Terbarunya
Muhajirin
Rabu, 03 Agustus 2022 - 20:00 WIB
Novelis Ahmad Fuadi saat membedah novel biografi Buya Hamka karyanya di Islamic Book Fair 2022, Rabu (3/8/2022) (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Penulis Novel, Ahmad Fuadi, meluncurkan novel kelima tentang sosok Buya Hamka yang berasal dari skenario film garapan Falcon Picture. Novelis Negeri 5 Menara itu mengangkat sisi cinta Buya Hamka dalam novel biografi setebal 376 halaman dan dikemas dalam bahasa sastra.
"Saya jatuh cinta pada Buya Hamka, begitu dekat di hati saya. Saya lahir di kampung, dekat dari kampung Buya Hamka. Sejak kecil, saya lahir seperti di universe Hamka, keluarga saya baca buku-buku Hamka, setel radio dengar ceramah Hamka," kata A Fuadi dalam Talkshow Mengenal Hamka Lebih Dekat di Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Rabu sore (3/8/2022).
Fuadi mendapat tantangan tersendiri saat menulis biografi Buya Hamka dalam bentuk novel. Bukan karena kekurangan bahan, justru referensi terkait Hamka sangat banyak. Hamka saja menulis 100 buku lebih. Itu belum lagi buku-buku yang ditulis tentang Hamka.
Baca Juga:Upaya Buya Hamka Jaga Independensi MUI dari Intervensi Penguasa
"Jadi, saya berpikir, mau nulis apa? Menulis Hamka sudah bukan hal yang baru. Buya Hamka menulis biografinya sendiri. "Kenang-kenangan Hidup". Otobiografi, dia juga menulis biografi ayahnya, judulnya Ayahku. jadi sangat lengkap bahannya. itu kesulitannya. Apa yang saya mau tulis?," kata A Fuadi.
Dia mengibaratkan Buya Hamka seperti taman bunga yang sangat luas. Bunga itu pun memiliki warna yang berbeda-beda. A Fuadi mengaku hanya memilih bunga-bunga yang paling indah lalu disajikan dalam gaya bahasa sastra modern.
"Kalau ditanya, apa yang baru, kombinasi bunga-bunga Hamka yang sangat banyak dengan wewangian yang khas. Kemudian, saya lahir di tanah dan airnya Hamka, jadi apa yang lihat Hamka waktu kecil, apa yang saya lihat waktu kecil," ujar A Fuadi.
"Saya jatuh cinta pada Buya Hamka, begitu dekat di hati saya. Saya lahir di kampung, dekat dari kampung Buya Hamka. Sejak kecil, saya lahir seperti di universe Hamka, keluarga saya baca buku-buku Hamka, setel radio dengar ceramah Hamka," kata A Fuadi dalam Talkshow Mengenal Hamka Lebih Dekat di Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Rabu sore (3/8/2022).
Fuadi mendapat tantangan tersendiri saat menulis biografi Buya Hamka dalam bentuk novel. Bukan karena kekurangan bahan, justru referensi terkait Hamka sangat banyak. Hamka saja menulis 100 buku lebih. Itu belum lagi buku-buku yang ditulis tentang Hamka.
Baca Juga:Upaya Buya Hamka Jaga Independensi MUI dari Intervensi Penguasa
"Jadi, saya berpikir, mau nulis apa? Menulis Hamka sudah bukan hal yang baru. Buya Hamka menulis biografinya sendiri. "Kenang-kenangan Hidup". Otobiografi, dia juga menulis biografi ayahnya, judulnya Ayahku. jadi sangat lengkap bahannya. itu kesulitannya. Apa yang saya mau tulis?," kata A Fuadi.
Dia mengibaratkan Buya Hamka seperti taman bunga yang sangat luas. Bunga itu pun memiliki warna yang berbeda-beda. A Fuadi mengaku hanya memilih bunga-bunga yang paling indah lalu disajikan dalam gaya bahasa sastra modern.
"Kalau ditanya, apa yang baru, kombinasi bunga-bunga Hamka yang sangat banyak dengan wewangian yang khas. Kemudian, saya lahir di tanah dan airnya Hamka, jadi apa yang lihat Hamka waktu kecil, apa yang saya lihat waktu kecil," ujar A Fuadi.