Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Bersihkan Harta Haram yang Terlanjur Dimakan

Muhajirin Sabtu, 15 Januari 2022 - 19:00 WIB
Cara Bersihkan Harta Haram yang Terlanjur Dimakan
Buya Yahya (foto: Al-Bahjah)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan tata cara membersihkan harta haram yang terlanjur dimakan dan masuk ke dalam tubuh.

Dalam Islam, ada dua jenis makanan haram, yakni haram yang tidak berhubungan dengan orang lain dan haram yang berhubungan dengan orang lain. Contoh dari jenis haram pertama adalah memakan makanan haram, seperti babi.

Cara membersihkan diri dari jenis haram itu cukup dengan bertaubat. Setelah bertaubat, harus ada ikrar sari pelaku untuk tidak memakan makanan haram lagi.

Berbeda dengan haram yang berhubungan dengan orang lain. Ini berkaitan dengan cara mendapatkan harta atau makanan itu. Misalnya harta hasil curian.

Ada dua cara untuk bertaubat dari dosa ini.

Pertama, cara taubat dari cara haram itu adalah mengganti. Misal pada masa lalu seseorang pernah mencuri Rp5 juta. Maka orang itu harus mengembalikan Rp5 juta kepada korban.

Jika tidak bisa membayar secara langsung, maka bisa dicicil. "Tiba-tiba mengembalikan Rp5 ribu, dia cicil, kemudian belum lunas tetapi sudah meninggal, sudah diampuni oleh Allah," kata Buya Yahya.

Kedua, meminta maaf atau meminta ridha kepada korban. "Maka setelah itu, bersih," kata Buya Yahya, dikutip Al Bahjah TV, Sabtu (15/1/2022).

Hal terpenting dalam hal ini adalah tidak menunda taubat. Taubat tidak boleh ditunda dan segera meminta maaf kepada korban. Ajal seseorang tidak ada yang tahu.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)