Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 02 November 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Bersihkan Harta Haram yang Terlanjur Dimakan

Muhajirin Sabtu, 15 Januari 2022 - 19:00 WIB
Cara Bersihkan Harta Haram yang Terlanjur Dimakan
Buya Yahya (foto: Al-Bahjah)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan tata cara membersihkan harta haram yang terlanjur dimakan dan masuk ke dalam tubuh.

Dalam Islam, ada dua jenis makanan haram, yakni haram yang tidak berhubungan dengan orang lain dan haram yang berhubungan dengan orang lain. Contoh dari jenis haram pertama adalah memakan makanan haram, seperti babi.

Cara membersihkan diri dari jenis haram itu cukup dengan bertaubat. Setelah bertaubat, harus ada ikrar sari pelaku untuk tidak memakan makanan haram lagi.

Berbeda dengan haram yang berhubungan dengan orang lain. Ini berkaitan dengan cara mendapatkan harta atau makanan itu. Misalnya harta hasil curian.

Ada dua cara untuk bertaubat dari dosa ini.

Pertama, cara taubat dari cara haram itu adalah mengganti. Misal pada masa lalu seseorang pernah mencuri Rp5 juta. Maka orang itu harus mengembalikan Rp5 juta kepada korban.

Jika tidak bisa membayar secara langsung, maka bisa dicicil. "Tiba-tiba mengembalikan Rp5 ribu, dia cicil, kemudian belum lunas tetapi sudah meninggal, sudah diampuni oleh Allah," kata Buya Yahya.

Kedua, meminta maaf atau meminta ridha kepada korban. "Maka setelah itu, bersih," kata Buya Yahya, dikutip Al Bahjah TV, Sabtu (15/1/2022).

Hal terpenting dalam hal ini adalah tidak menunda taubat. Taubat tidak boleh ditunda dan segera meminta maaf kepada korban. Ajal seseorang tidak ada yang tahu.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 02 November 2026
Imsak
03:58
Shubuh
04:08
Dhuhur
11:40
Ashar
14:55
Maghrib
17:49
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan