Saat Khalifah Ali Pindahkan Ibu Kota dari Madinah ke Kufah
fajar adhityaJum'at, 21 Januari 2022 - 22:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pemindahan ibu kota pernah terjadi pada masa Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah. Saat Sayyidina Ali menjabat sebagai khalifah, ia memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah di Irak.
Pemindahan ibu kota yang dilakukan Sayyidina Ali untuk meredam gejolak sosial politik yang dipicu tragedi pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 656 masehi. Sejak saat itu, Kufah menjadi salah satu kota penting dalam sejarah peradaban Islam.
Kufah juga tercatat sebagai salah satu dari tiga kota terpenting bagi penganut Syiah, selain Karbala dan Najaf. Kufah juga memiliki keterkaitan dalam peristiwa Karbala, dengan melihat surat-surat penduduk Kufah, Imam Husain menuju kota tersebut, demikian juga sejumlah besar pasukan yang bertempur di Karbala dengan Imam Husain berasal dari Kufah.
Kota yang terletak 10 kilometer di timur laut kota Najaf itu tergolong kota tua. Pembangunannya dimulai pada tahun 637 masehi setelah Khalifah Umar bin Khaththab berhasil menaklukannya dari kekuasaan Romawi dan Bizantium pada perang Yarmuk, Kufah kemudian dijadikan basis pasukan militer dalam rangka perluasan kawasan di Iraq dan sekitarnya.
Sayyidina Umar membangun kamp permanen di kawasan umum Kufah dan dengan demikian, lambat laun kota Kufah bertambah luas dan makmur. Khalifah Umar mempercayakan pembangunan Kufah kepada Sa'ad bin Abi Waqas dengan mengangkatnya sebagai Gubernur.