LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah (LP2PPM), Khoiruddin Bashori, mengatakan, selalu ada dinamika dan konflik dalam kehidupan rumah tangga. Namun, hal itu bisa dikontrol dengan komunikasi dan diskusi.
Komunikasi dan diskusi dalam mengurai masalah menjadi salah satu tameng keluarga yang tangguh. Dalam bahasa agama Islam, kondisi itu disebut keluarga sakinah. Sakinah berbeda dengan
tuma'ninah. Jika
tuma'ninah adalah ketenangan statis, sakinah merupakan ketenangan dinamis.
"Setiap ada masalah atau persoalan dalam keluarga sesungguhnya itu menjadi ujian, apakah keluarga yang diuji itu tanggung atau tidak," kata Khoiruddin, dikutip laman
Muhammadiyah, Kamis (10/2/2022).
Dosen Universitas Ahmad Dahlan ini lalu membeberkan tiga ciri keluarga yang tangguh.
Pertama, kontrol pengendalian. Keluarga yang tangguh dapat mengendalikan setiap jenis masalah.
Hal tersebut berdasarkan firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Anbiya ayat 35, bahwa ujian hidup meliputi dua hal yakni penderitaan dan kebahagiaan. Solusi nyata dari kedua ujian ini adalah tetap sabar dan syukur kepada Allah.
"Solusi daripada menghadapi ujian itu adalah kesabaran; sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam ketaatan, dan sabar dalam menjauhi maksiat. Dengan demikian, keluarga perlu melihat sisi positif di balik setiap kejadian atau musibah yang menimpa," ujar Khoiruddin.
Kedua, komitmen. Islam memandang pernikahan sebagai komitmen yang kokoh atau disebut mitsaqan ghaliza. Rasa saling percaya yang dilandasi dengan komitmen antarpasangan bisa menguatkan ikatan rumah tangga.
Keluarga yang menyia-nyiakan komitmen berarti menyia-nyiakan anugerah dari Allah Ta'ala. Itu menyebabkan ketentraman tidak pernah didapatkan.
"Keluarga yang tangguh pasti akan setia, teguh, dan ada pembuktian di dalamnya. Bukti yang dimaksud adalah sikap rela berkorban, penuh perhatian pada keluarga, serta teguh dalam memegang janji setia," ucap Khoiruddin.
Ketiga, tantangan. Dalam rumah tangga pasti menemui berbagai macam dinamika. Hal tersebut dapat diatasi secara bersama-sama. "Selain sekufu, carilah yang memiliki kemampuan dalam hal pengendalian, memiliki komitmen, dan siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada," ucapnya.
(jqf)