Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menelisik Semangat Antikorupsi sebagai DNA Santri

Muhajirin Selasa, 15 Februari 2022 - 14:09 WIB
Menelisik Semangat Antikorupsi sebagai DNA Santri
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Jawa Timur (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Tindak pidana korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan yang bisa mengancam keamanan negara. Namun permasalahannya, berbagai upaya pemberantasan korupsi hingga saat ini belum bisa mengikis habis kejahatan korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, menilai salah satu warisan sifat atau DNA santri adalah pejuang antikorupsi sejak era perjuangan silam.

Status tindak pidana korupsi sebagai permasalahan hukum luar bisa harus diselesaikan dengan cara luar biasa (rule breaking) pula, yakni melibatkan peran santri yang berada di pondok pesantren.

Peran santri itu diwujudan melalui pengetahuan agama dan karakter yang dibentuk selama di pesantren, sebagai basic behavior dalam perjalanannya menjadi seorang pemimpin. Indonesia mempunyai jutaan santri sebagai pemuda yang mempunyai peran sangat besar dalam rangka pembangunan nasional.

Atas dasar itu, Nurul menilai santri memiliki peran besar dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. "Santri itu DNA-nya antikorupsi, sebab dia ditempa untuk menebar manfaat bukan memanfaatkan dan mengambil manfaat dari orang lain," kata Nurul saat menjadi pembicara di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa timur, Senin (14/2/2022).

Menurut dia, pondok pesantren merupakan tempat pendidikan yang luar biasa untuk menempa generasi penerus bangsa, terutama dalam pemberantasan korupsi. Ini tidak terlepas dari status pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren sudah berdiri menyelenggaraan pendidikan.

Banyak nilai-nilai kehidupan yang diajarkan di pondok pesantren sejalan dengan dedikasi pemberantasan korupsi, seperti kemandirian, kerjasama, saling menghormati, keteladanan, deraja, dan tentu cinta Tanah Air.

Atas dasar itu, Nurul Ghufron mengaku tidak heran saat peristiwa 10 November di Surabaya meletus, para santri berada di garis terdepan dalam upaya mempertahanan kemerdekaan. Itu karena para santri tahu berjuang mempertahankan kemerdekaan bagian dari perjuangan mulia.

Saat ini, kata Nurul Ghufron, tantangan kemerdekaan bangsa Indonesia dari cita-cita yakni kemakmuran dan keadilan adalah korupsi. "Karena itu jihad zaman sekarang adalah perang terhadap korupsi. Santri harus kembali terpanggil untuk turun dan melawan korupsi," ucapnya.

Pada Oktober 2021 lalu, Ketua KPK, Firli Bahuri, juga menilai keberadaan santri sangat penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Semangat fisabilillah dan roh santri diperlukan, seperti semangat perang Badar, melawan korupsi.

Sosok sederhana, santun, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, moral, etika dan kejujuran sangat kental pada diri seorang santri.

"Saya tekankan, negeri ini membutuhkan anak-anak bangsa yang memiliki jiwa, raga, semangat fisabilillah dan roh seorang santri dalam Perang Badar melawan korupsi dan perilaku koruptif di negeri ini," ucap Firli.

Perilaku koruptif yang telah lama menjajah Indonesia bukan hanya merugikan perekonomian atau keuangan negara saja. Dampak destruktif kejahatan kemanusiaan ini dapat merusak hingga meluluhlantakkan setiap sendi tatanan kehidupan bangsa dan negara.

"Tidak berlebihan jika saya kata santri merupakan role model atau teladan nyata yang baik bagi kita semua khususna generasi penerus masa depan bangsa, dalam menjaga, mengawal dan menentukan arah langkah serta tujuan negara, yang tak lain mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa," tutur Firli.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)