Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home masjid detail berita

Menag Bandingkan Pengeras Suara dengan Gonggongan Dinilai Sangat Merendahkan

fajar adhitya Kamis, 24 Februari 2022 - 23:05 WIB
Menag Bandingkan Pengeras Suara dengan Gonggongan Dinilai Sangat Merendahkan
Wakil Ketua Umum PP Persis KH Jeje Zaenudin. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang membandingkan pengeras suara masjid dengan gonggongan anjing mendapat kritik. Ucapan tersebut dinilai tak pantas keluar dari mulut pejabat publik.

“Sangat-sangat tidak patut bahkan terkesan merendahkan ketika membuat analogi kepada suara gonggongan anjing,” kata Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Jeje Zaenuddin lewat pesan tertulis kepada Langit7.id, Kamis (24/2/2022).

KH Jeje memandang, ucapan Menteri Yaqut yang menganalogikan suara pengeras suara adzan dengan gonggongan anjing akan memancing kontroversi baru. Publik malah apriori untuk menerapkan SE Nomor 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala.

Baca Juga: Pengamat Pertanyakan Alasan Menag Terbitkan SE Pengeras Suara

“Ini tentu akan memancing kontroversi baru yang mengaburkan dari inti masalah yang dimaksud,” tutur Kiai Jeje.

Kontroversi ini bermula saat Menteri Yaqut melakukan wawancara dengan sejumlah wartawan di Gedung Daerah Provinsi Riau, Rabu (23/2/2022). Ia menjelaskan pentingnya edaran pengeras suara masjid yang ia keluarkan baru-baru ini.

"Aturan ini dibuat semata-mata hanya untuk membuat masyarakat kita semakin harmonis. Meningkatkan manfaat dan mengurangi ketidakmanfaatan," kata Menteri Yaqut.

Hanya saja, dia kemudian memberikan analogi gaduhnya pengeras suara masjid dengan gonggongan anjing. Tujuannya agar umat Islam mengerti betapa kebisingan sangat membuat tidak nyaman.

Baca Juga: Muhammdiyah Nilai SE Pengeras Suara Masjid Sudah Bagus, Tinggal Ditaati

"Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa? Suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu," katanya.

Kiai Jeje menilai, pengaturan penggunaan speaker hanya untuk adzan dan tilawah beberapa menit sebelum dan sesudah adzan memang dibutuhkan. Pengeras suara masjid perlu ditertibkan demi kenyamanan bersama.

Baca Juga: Selamat Jalan Ustaz Syuhada Bahri, Dai Panutan Aktivis Dakwah

Edaran Menteri Agama yang mengatur penggunaan pengeras suara disebut telah sejalan dengan semangat Al-Qur’an dan Sunnah yang menekankan pentingnya kekhusyuan dan ketenangan dalam ibadah. Tanpa harus ada sanksi karena memang bukan pelanggaran hukum.

“Tetapi semata sebagai himbauan yang harus disikapi secara suka rela dan kesadaran akan kepentingan bersama,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini.

Baca Juga: Waketum Persis Apresiasi Permintaan Maaf BNPT

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)