LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah mulai mematangkan skenario pemindahan ASN ke ibu kota negara baru,
Nusantara. Saat ini bahasan tersebut masuk dalam diskusi dengan kementerian lembaga.
Menteri PANRB,
Tjahjo Kumolo mengatakan, pembahasan ini dilakukan bersama Bappenas, Kemenkeu, dan kementerian lembaga secara one-on-one yang masuk klaster I prioritas pindah ke Nusantara pada 2024," kata Tjahjo dalam keterangannya, Selasa (1/3/2022).
Hasil pembahasan ini, kata dia, nanti akan diputuskan nama-nama ASN dari setiap kementerian dan lembaga yang pindah ke sana. Termasuk informasi apakah membawa keluarga atau tidak.
Baca Juga: Jokowi Impikan Ibu Kota Baru Terbuka dan Ramah untuk Semua OrangDia mengatakan, Kementerian PUPR kini sedang proses persiapan pembangunan infrastruktur pemukiman, pendidikan, kesehatan, serta fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.
"Nanti ASN yang saat ini bekerja di kementerian dan lembaga harus siap pindah ke Nusantara. Tapi belum diputuskan berapa jumlahnya sampai saat ini," ujarnya.
"ASN tidak bisa minta pindah ke daerah dengan alasan tidak mau pindah ke ibu kota baru. Sebab ini hukumnya wajib," katanya.
Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Alex Denni mengemukakan, skenario pemindahan ASN bukan hanya mengenai jumlah ASN saja. Tapi juga rencana membawa keluarga serta tujangannya.
Alex menambahkan, saat ini tengah menyusun regulasi mengenai tunjangan bagi ASN yang akan dipindah tugaskan ke Nusantara. Namun, berapa besarannya masih belum diputuskan.
"Tergantung berapa banyak juga kebutuhan untuk di sana. Bisa berupa (tunjangan) transportasi. Kalau di korporasi misalnya tunjangan kemahalan, tunjangan khusus daerah tertentu, dan lain-lain. Nama dan besarannya masih belum bisa kita sampaikan," ujar dia.
(bal)