Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Gus Baha: Ber-NU Tanpa Harus Benci Muhammadiyah

Muhajirin Selasa, 01 Maret 2022 - 17:00 WIB
Gus Baha: Ber-NU Tanpa Harus Benci Muhammadiyah
Kitab Pegon Muhammadiyah dengan corak fikih yang mirip NU (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan ormas Islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama'ah. Sehingga, orang NU tak perlu membenci keberadaan Muhammadiyah.

Gus Baha mengaku mendapat pesan serupa dari KH Ali Maksum (1915-1989) dan KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Mbah Ali memang dikenal sebagai sosok yang suka menjalin silaturahmi.

Saat semangat organisasi keagamaan menguat, Mbah Ali memperluas kualitas kultur keberagaman melalui jalinan tali persahabatan dengan beberapa tokoh lintas generasi dna organisasi, termasuk KH Azhar Basyir, seorang tokoh sekaligus Ketua PP Muhammadiyah (1990-1995).

Baca juga: Makna Surah Ad-Dhuha ayat 9-11, Pedoman Ahmad Dahlan ke Kaum Dhuafa

Sementara, Mbah Moen dikenal sebagai sosok kiai kharismatik yang menjadi panutan dalam menggalang kerukunan bangsa, terkhusus antara Muhammadiyah dan NU. Ia menjadi salah satu tokoh penyambung silaturahmi antara Muhammadiyah dan NU.

"Kamu harus NU dan mempertahankan NU, tapi tidak dengan cara membenci Muhammadiyah," kata Gus Baha mengenang petuah KH Ali Maksum dan Mbah Moen dalam salah satu tausiyahnya, dikutip kanal Kamera Santri, Selasa (1/3/2022).

Gus Baha mengaku mendapat cerita langsung dari Mbah Moen mengenai persaudaraan NU dan Muhammadiyah. Kedua tokoh pendiri ormas Islam terbesar itu, KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan, memiliki guru yang sama, di antaranya Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Mbah Sholeh Darat as-Samarani.

"Mbah Moen juga sering cerita, dulu Mbah Hasyim, dan Mbah Dahlan bernama asli Darwis sama-sama ngaji ke Mbah Khatib Minangkabawi," kata Gus Baha. Hanya saja, KH Ahmad Dahlan ikut gerakan Muhammad Abduh dengan mengacu kitab Al-Manar.

"Sehingga bawaan Mbah Dahlan agak agresif. Sementara Mbah Hasyim, hanya mulazim ke Syekh Mahfudz dan sesekali ngaji ke Syekh Khatib Minangkabawi. Keduanya sama-sama pernah mengaji ke Mbah Sholeh Darat di Semarang," ucap Gus Baha.

Baca juga: Kisah Miraj Rasulullah, Berjumpa Adam hingga Perintah Shalat

Atas dasar itu, Gus Baha mengaku tak kaget jika Mbah Ali Maksum dekat dengan tokoh Muhammadiyah. Terlebih, katanya, Muhammadiyah dan NU hanya berbeda pandangan fikih saja. Hal itu lumrah dalam Islam.

Dia mencontohkan masalah qunut dalam shalat Subuh. Muhammadiyah mengikuti pendapat fikih Imam Abu Hanifah yang tidak qunut subuh. Sementara, NU mengikuti pendapat Imam Syafi'i yang qunut subuh.

"Kita juga sepakat dengan ilmunya, kita tahu Imam Abu Hanifah itu qunut, Imam Syafi'i itu qunut. Tidak qunut itu mazhabnya Imam Abu Hanifah bukan mazhabnya Mbah Ahmad Dahlan, kita (NU) qunut mazhabnya Imam Syafi'i," ucapnya.

Menurut Gus Baha, gesekan-gesekan yang kerap terjadi antara Ormas NU dan Muhammadiyah karena membawa identitas dalam memandang perbedaan. Sementara, tokoh-tokoh terdahulu dua ormas mengedepankan dialog ilmu, sehingga saling memahami perbedaan.
"Dulu itu tidak ada masalah, karena semua dianalisis dengan ilmu. Sekarang pakai identitas, tidak qunut itu Muhammadiyah, yang qunut itu NU. Kan jadi repot. Dulu itu kita pengagum NU, bukan pengagum perbedaan," ucap Gus Baha.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)