LANGIT7.ID, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra terus mendorong pemajuan kebudayaan nusantara, salah satunya dengan berpartisipasi pada Festival MultiBudaya yang diselenggarakan di Queanbeyan Park, Australia.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Canberra, Mukhamad Najib, mengungkapkan, acara berlangsung semarak dengan dimeriahkan oleh penampilan lagu dangdut Indonesia berjudul Terajana.
Baca juga: Pekan Kedua, Siswa Muhammadiyah Australia College Sudah Mulai Belajar Alquran“Yang membuat Terajana menjadi lebih unik dan menarik bagi warga asing, adalah karena lagu ini diiringi musik angklung yang merupakan musik tradisional Jawa Barat,” ucap Najib, dikutip dari laman Kemendikbud Sabtu (5/3/2022).
Festival yang dilaksanakan oleh Queanbeyan Multicultural Community pada Minggu (27/2) ini menghadirkan penampil dari berbagai negara di seluruh dunia. Selain penampilan dari tim KBRI Canberra, di antara yang turut tampil di panggung utama adalah Passistas Of Raio de Sol yang merupakan tari Samba dari Brazil, Hellenic Dancers yang merupakan tarian tradisional Yunani, Quake Belly Dance dan Baila dari Chili, dan lain-lain.
Menurut panitia, festival ini merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk mendekatkan hubungan antar masyarakat dari berbagai negara yang tinggal di Australia, khususnya di Queanbeyan. Tema festival tahun ini adalah "Colour, Movement, Food, Love and Learning The Many Amazing Cultures That Make Up Our Community".
“Festival berisi panggung yang diisi oleh berbagai penampilan dari berbagai negara, kios-kios penjual makanan dan souvenir khas masing-masing negara dan tempat bermain anak-anak,” ucap Najib.
Dalam festival yang dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta ini, Indonesia juga menampilkan Tari Bali dari Provinsi Bali dan Tari Lancang Kuning dari Provinsi Riau. “Masyarakat yang hadir menyambut antusias penampilan dari Indonesia. Saat lagu Terajana dimainkan dengan angklung, warga yang menonton pun ikut berjoget bersama dengan gembira,” terang dia.
Lagu Terajana sendiri memang memiliki nada yang ceria, sehingga sangat mudah membawa suasana yang mendorong partisipasi penonton yang hadir untuk berjoget bersama.
Menurut Najib, festival tahunan ini cukup strategis untuk mengenalkan budaya Indonesia. “Festival ini pertama kali diselenggarakan kembali setelah pandemi mulai mereda, sehingga masyarakat dari berbagai negara yang tinggal di Australia antusias untuk hadir. Hal ini merupakan kesempatan strategis untuk mengenalkan Indonesia dan budaya Indonesia ke masyarakat dunia,” jelas Najib.
Baca juga: Resmi Beroperasi, Muhammadiyah Australia College Diisi Siswa Berbagai BangsaDalam kesempatan ini, KBRI Canberra mengenalkan beberapa budaya sekaligus seperti lagu dangdut, musik angklung, tarian dari daerah Bali dan tarian dari daerah Riau.
“Sebagaimana kita ketahui, dangdut juga merupakan bagian dari budaya khas Indonesia yang layak dikenalkan pada dunia. Jadi, dalam festival kali ini dengan menampilkan lagu terajana yang diiringi angklung kita telah mengenalkan beberapa budaya sekaligus dari mulai lagu, alat musik dan tarian yang khas Indonesia. Semoga hal ini dapat menjadi daya tarik di mata masyarakat dunia,” ungkap Najib.
Ia juga mengungkapkan, KBRI Canberra selama ini selalu berpartisipasi aktif dalam acara-acara multi budaya di Australia. “Interaksi melalui jalan budaya lebih efektif dan menyenangkan, karena di jalan budaya kita bisa berhubungan tanpa harus ada rasa saling curiga, sehingga Indonesia selalu terlibat dalam festival budaya di Queanbeyan ini,” pungkasnya.
(jqf)