Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Juru Damai, Posisi Umat Islam di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Muhajirin Kamis, 10 Maret 2022 - 14:00 WIB
Juru Damai, Posisi Umat Islam di Tengah Konflik Rusia-Ukraina
Ustadz Adi Hidayat (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, Rasulullah SAW telah mengabarkan kondisi akhir zaman yang diwarnai berbagai macam peristiwa. Di antara tanda itu adalah persaingan infrastruktur, kekuasaan, dan perluasan wilayah.

Konflik Rusia-Ukraina bisa menjadi salah satu contoh negara-negara maju yang memperkaya infrastruktur mereka, tapi berujung pada perluasan wilayah dalam berbagai bidang, seperti ekonomi dan teknologi.

“China dengan program OBOR-nya (One Belt One Road -red), Rusia yang berambisi mempunyai kekaisaran yang luas, Amerika yang semakin mempertahankan wilayah dan lain sebagainya,” kata UAH melalui akun YouTube-nya, dikutip Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Benarkah Rusia Bangsa Rum dalam Nubuat Rasulullah SAW?

UAH lalu memberikan empat pandangan terkait konflik Rusia-Ukraina yang kini masih terus berlanjut. Berikut empat pandangan tersebut:

1. Umat Islam Harus Menjadi Penengah

Jika terjadi konflik antara dua pihak atau lebih dalam suasana bertikai, umat Islam sejatinya harus menjadi penengah. Umat Islam harus tampil memberi solusi dan tidak memprovokasi pihak yang bertikai untuk mengambil keuntungan.

Provokasi hanya akan memperkeruh keadaan dan menghancurkan pihak yang tengah bertikai.

“Alangkah baiknya untuk memberikan solusi yang menenangkan dan mendamaikan kedua belah pihak,” ucap UAH.

2. Memberi Solusi Positif dan Bermanfaat

Umat Islam harus datang memberi solusi yang menenangkan, mencerahkan, dan memberi manfaat bagi kedua pihak. Solusi itu berpotensi membangun kesepakatan sehingga pertikaian bisa berhenti, dan perdamaian bisa terwujud.

Baca juga: Persis Dorong Indonesia Inisiasi Perdamaian Perang Rusia-Ukraina

3. Keburukan Harus Dibalas dengan Kebaikan

Sikap buruk tidak harus dibalas dengan yang buruk juga. Hal tersebut tercantum dalam Surah Al-Fussilat ayat 34. Dalam ayat itu, Allah Ta’ala menggambarkan, tidak seharusnya sifat yang jelek harus dibalas dengan sifat yang jelek juga.

Sejatinya, tidaklah sama yang baik dengan yang buruk, sehingga manusia harus memberikan respons positif kepada perlakuan-perlakuan yang negatif. Perlakuan jelek perlu dijawab dengan baik, dengan ketenangan, kedamaian, dan kelembutan.

“Hingga akhirnya, konflik atau pertikaian tersebut melunak dan menimbulkan perdamaian,” tutur UAH.

4. Pemerintah Harus Memperhatikan Gerakan Separatis

UAH juga mengingatkan pemerintah Indonesia untuk memperhatikan gerakan separatis yang mungkin terjadi, terutama meminta dukungan ke luar negeri.

Baca juga: Muhammadiyah Sebut Perang Rusia-Ukraina Bukan Masalah Agama

Menurut dia, hal itu mungkin saja bisa menimbulkan kesan yang negatif dalam pemerintahan Indonesia, sehingga perlu mendapatkan perhatian. Ini agar tidak ada pengakuan dari dunia luar yang dapat menganeksasi Indonesia.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)