Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Ampunan Melimpah dari Allah

Muhajirin Kamis, 10 Maret 2022 - 17:00 WIB
Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Ampunan Melimpah dari Allah
Buya Yahya (foto: Al-Bahjah)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pertengahan bulan Sya’ban atau nisfu Sya’ban akan jatuh pada 17 Maret 2022. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, malam nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam istimewa di bulan tersebut.

Salah satu keistimewaan malam itu adalah Allah Ta’ala mengampuni dosa seluruh makhluk-Nya. Allah selalu melihat hamba-hamba-Nya, namun pada malam itu Dia memberikan pandangan khusus kepada makhluk-Nya.

“Bagaimana pandangan Allah terhadap hamba-Nya? Ya, khusus pandangan hamba yang berdosa adalah dengan pengampunan. Hamba yang dicintai dengan tambahan rahmat dan berkah,” ujar Buya Yahya Melalui Al-Bahjah TV, Kamis (10/3/2022).

Baca juga: 3 Cara Menjaga Kebersihan Hati Menurut Buya Yahya

Jika seorang hamba tak memiliki dosa, maka ia dipandang dengan penuh kasih sayang dari Allah. Hidupnya pun akan dipenuhi keberkahan. Sedangkan, jika seorang hamba memiliki dosa, Allah akan mengampuni dosa tersebut.

“Maka, pada malam nisfu Sya’ban, kita akan memperbanyak istighfar, ibadah yang sangat luar biasa yaitu istighfar,” ucap Buya Yahya. Namun, ia menyebut ada dua golongan yang tidak akan mendapat ampunan Allah Ta’ala.

“Itulah orang-orang musyrik, orang yang menyekutukan Allah. Kemudian, orang beriman, orang yang memiliki kebencian dan dendam serta permusuhan dengan saudara-saudaranya,” ucap Buya, sembari menasehati agar meninggalkan dua keburukan tersebut.

Maka itu, nisfu Sya’ban juga menjadi malam introspeksi diri. Setiap muslim harus memeriksa hati masing-masing. Ini agar hati bisa berdamai dengan Allah, berdamai dengan keluarga, kerabat, dan masyarakat luas.

Hati harus terbebas dari rasa dendam dan perselisihan kepada siapapun saat memasuki malam nisfu Sya’ban. “Kalau begitu, berarti sudah mendapat ampunan dari Allah Ta’ala dan sungguh indah ampunan dari Allah,” ucap Buya Yahya.

Baca juga: Menyoal Amalan Kebaikan di Bulan Rajab, Boleh atau tidak?

Shalat Tasbih di Malam Nisfu Sya’ban

Pada malam nisfu Sya’ban, ada banyak amalan yang bisa dilakukan umat Islam. Salah satunya adalah shalat Tasbih. Dalam shalat tersebut, ada ratusan tilawah tasbih yang dilantunkan, mulai dari takbiratul ihram hingga sujud.

Buya Yahya menjelaskan, shalat Tasbih merupakan salah satu shalat sunnah yang dianjurkan. Seperti shalat sunnah lain, gerakan shalat Tasbih hampir sama yakni diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

“Shalat tasbih merupakan shalat sunnah yang benar diriwayatkan dari nabi menurut muhadditsin dan ulama, meski ada sebagian ulama lain yang mengingkarinya, menyebut hadits khilaf,” kata Buya Yahya.

Shalat tasbih merupakan shalat sunnah tingkat ketiga dalam urutan shalat yang dilakukan oleh umat Islam. Namun, Buya Yahya mengingatkan untuk tetap mengamalkan shalat tasbih jika ada waktu luang dan tanpa kendala.

“Shalat tasbih itu yang ketiga harkatnya, baru setelah itu jangan amalkan kalau ada waktu, Maksud kami yang besar dulu,” ucapnya.

Urutan shalat dari pahala terbesar adalah shalat wajib, lalu shalat sunnah rawatib seperti qabliyah, ba’diyah, dhuha, dan witir. Shalat tarawih tidak bisa mengalahkan shalat Isya ba’diyah dari segi derajat atau martabat serta pahala yang didapat.

Baca juga: Buya Yahya: Jangan Berani Mencaci dan Memukul Istrimu!

“Demikian pula shalat tasbih diibaratkan dengan shalat Isya Ba’diyah, pahalanya adalah shalat ba’diyah, jangan bajin shalat tasbih tapi bukan ba’diyah maghrib, jadi ini orang sesat,” ucap Buya Yahya.

Jumlah rakaat shalat tasbih adalah empat rakaat. Jika dilakukan pada siang hari, maka harus dilakukan dengan empat rakaat dalam satu salam. Namun, jika dilakukan pada malam hari, dilakukan dengan dua kali salam.

Dalam shalat itu, tasbih dibaca 300 kali. 75 tasbih dibacakan per rakaat, yang terbesar di antara berdiri, rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Bacaan tasbih itu adalah:

“Subhaanallahi wal-hamdu lillahi wa laa ilaha illaallahu wallahu akbar wa-laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.”

Jika tidak sanggup membaca tasbih tersebut, karena kondisi fisik, maka bisa membaca “Subhanallah” saja.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)