LANGIT7.ID - , Jakarta - Indonesia sedang dihebohkan dengan maraknya
crazy rich atau orang super kaya yang sukses di usia muda. Kebanyakan dari mereka memiliki gaya hidup yang memamerkan kemewahan, seperti membeli mobil dan rumah dengan harga miliaran. Lain waktu, unggahan di media sosialnya memperlihatkan mereka yang jalan-jalan ke luar negeri.
Belakangan sejumlah
crazy rich Indonesia mulai diburu pihak kepolisian atas dugaan penipuan investasi. Tindakan tersebut melanjuti informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai daftar investasi bodong.
Salah satu
crazy rich yang diduga melakukan penipuan adalah Indra Kenz karena penipuan investasi di platform Binomo.
Baca juga: Polisi Tetapkan Indra Kenz Tersangka Dugaan Penipuan Investasi"Total nilai aset yang sudah disita milik IK sebanyak Rp43,5 miliar, nilai total aset yang akan disita Rp 57,2 miliar. Beberapa lainnya masih ditelusuri," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko, dikutip dari Antara, Sabtu (12/3/2022).
Gatot menambahkan, penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti seperti dokumen bukti setor dan tarik, berikut bukti rekening korban, akun YouTube dan gmail tersangka, video konten YouTube, satu ponsel, satu unit kendaraan Tesla, satu unit kendaraan Ferari, dua bidang tanah di Deli Serdang dan terbaru satu unit rumah di Medan Timur.
Tidak sampai disitu, penyidik juga masih terus melakukan penelusuran terhadap aset-aset Indra Kenz yang diduga dibeli dari hasil kejahatannya.
"Beberapa aset yang akan disita, yakni sembilan rekening bank atas nama tersangka. Kemudian akan melakukan penelusuran lima unit kendaraan mewah lainnya, dua jam tangan, dan pemblokiran terhadap satu akun Indra Kenz," ungkapnya.
Baca juga: Polisi Akui Profesional Tuntaskan Dugaan Penipuan Investasi BinomoSelain menelusuri aset-aset tersangka dan melakukan penyitaan, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan Indra Kenz. Dari hasil pemeriksaan 14 korban Binomo, didapati data kerugian para korban sebesar Rp25,6 miliar.
(est)