LANGIT7.ID, Jakarta -
Kewirausahaan menjadi kunci utama dalam perkembangan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini pun dilakukan oleh sosok Rachmat Sutarnas Marpaung.
Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia berpotensi menguasai
industri halal global. Salah satunya melalui peningkatan jumlah pengusaha berbasis syariah.
Karena itulah Rachmat tergerak untuk memberikan wadah fasilitas bagi pengusaha, khususnya muslim agar mampu beradaptasi di era yang berkembang pesat saat ini.
Baca Juga: Pesan untuk Pedagang, Islam Atur Rekayasa Supply dan DemandLewat Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) dia berupaya membangkitkan kesadaran umat terkait kemandirian ekonomi. Hal itu pula yang menjadi alasan dibentuknya organisasi tersebut.
"KPMI didirkan untuk mendorong ekonomi umat, dan membentuk pengusaha muslim yang selamat dunia dan akhirat," kata dia dikanal YouTube Ghuroba Muscat, dikutip Selasa (15/3/2022).
Rachmat berupaya untuk menerapkan prinsip dan hukum syariat dalam bermuamalah, khususnya bagi pengusaha muslim, sehingga dapat menambah jumlah, sekaligus memastikan tersedianya produk dan jasa halal bagi kaum muslimin.
"Lewat KPMI, kami juga aktif memberikan kontribusi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dengan berpartisipasi memberikan fakta di lapangan, sehingga visi Indonesia menjadi penguasa industri halal global pada 2024 bisa terwujud," ungkapnya.
Mendirikan AspenkuRachmat yang memang seorang pebisnis muslim ini juga mendirikan PT. Aplikasi Penunjang Ekonomi Nasional (Aspenku.com). Sebagai pendiri sekaligus CEO di perusahaannya itu, dia berupaya mendorong produk Tanah Air untuk sampai dikancah dunia.
Dengan begitu, dia membantu produsen petani, dan pedagang di Indonesia untuk mempromosikan dan menjual produk mereka langsung ke pengguna akhir (end user).
Sebagai informasi, Aspenku menerapkan model Business to Business (B2B). Dengan menyatukan produsen, eksportir dan pembeli untuk menemukan transaksi barang berkualitas dengan harga kompetitif.
(bal)