Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 31 Mei 2026
home masjid detail berita

Kultum Ramadhan 1443 H: Dua Hal yang Dikhawatirkan Nabi

fajar adhitya Selasa, 05 April 2022 - 07:00 WIB
Kultum Ramadhan 1443 H: Dua Hal yang Dikhawatirkan Nabi
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sangat mencintai umatnya. Beliau tidak ingin umatnya terjerumus ke dalam lembah dosa dan merasakan panasnya api neraka sekecil apa pun percikannya.

Rasa cinta Nabi Muhammad kepada umatnya terlihat hingga akhir kehidupan beliau. Kasih sayangnya melampaui zaman, dari masa ia diangkat menjadi Rasul hingga di akhirat kelak.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, dari Aisyah radiallahu anha:

لما رأيت من النبي صلى الله عليه وسلم طيب نفس قلت: يا رسول الله ادع الله لي، فقال: اللهم اغفر لعائشة ما تقدم من ذنبها وما تأخر، وما أسرت وما أعلنت، فضحكت عائشة حتى سقط رأسها في حجرها من الضحك، قال لها رسول الله صلى الله عليه وسلم: أيسرك دعائي؟ فقالت: وما لي لا يسرني دعاؤك، فقال صلى الله عليه وسلم: والله إنها لدعائي لأمتي في كل صلاة

Baca Juga: Hukum Mandi Junub Setelah Imsak

Ketika saya melihat Nabi Saw dalam keadaan baik, saya berkata; ‘Wahai Rasulullah, daoakan saya. Lalu Nabi Saw berdoa; ‘Allahummaghfir li ‘aa-isyata ma taqoddama min zanbihaa wa maa ta-akhkhara wa maa asarrat wa maa a’lanat.’

Kemudian Aisyah ketawa hingga hingga kepalanya terjatuh di pangkunnya. Rasulullah Saw berkata kepadanya; ‘Apakah doaku membuatmu senang?’ Aisyah menjawab; ‘Bagaimana saya tidak senang dengan doamu.’ Rasulullah kemudian berkata; ‘Demi Allah, itu adalah doaku untuk umatku setiap selesai shalat. (HR Ibnu Hibban).

Saking cintanya Rasulullah kepada umatnya, beliau tidak ingin sesuatu yang negatif dilakukan atau terjadi kepada umatnya. Dari sekian banyak kemaksiatan, Rasulullah takut bila umatnya melakukan riya dan berkeyakinan lemah.

Baca Juga: 5 Manfaat Kurma bagi Kesehatan, Dikonsumsi dengan Jumlah Ganjil

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر. قالوا: وما الشرك الأصغر يا رسول الله؟ قال: الرياء، يقول الله تعالى يوم القيامة إذا جازى الناس بأعمالهم: اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم جزاء؟

“‘Sesungguhnya apa yang aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.’ Kemudian para sahabat bertanya: ‘Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: ‘Syirik kecil adalah riya’. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada hari kiamat ketika membalas manusia dengan amal-amal perbuatan mereka: ‘Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian riya’i di dunia, maka lihatlah apakah kalian mendapatkan ganjaran dari mereka?‘” (HR. Ahmad).

Ini merupakan ekspresi kasih sayang dan sikap kelembutan Rasulullah terhadap umatnya. Rasulullah mengingatkan umatnya akan perilaku riya yang merupakan syirik kecil, yang mudah menyelinap dalam hati manusia.

Baca Juga: Tidur setelah Sholat Subuh, Lebih Baik Baca Dzikir Pagi

Nabi Muhammad mengabarkan bahwa yang paling ditakuti menimpa umatnya adalah syirik kecil. Beliau tidak membiarkan umatnya terperosok ke dalam kesyirikan, dosa paling besar.

Kedua adalah lemah keyakinan, sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah. Rasulullah bersabda:

أخْشى مَا خَشِيتُ على أُمَّتِي كِبَرُ البَطْنِ ومداومة النوم والكسل وضعف اليقين

Sesuatu yang paling aku khawatirkan terhadap umatku adalah perut buncit (karena banyak makan), sering tidur, rasa malas, dan lemah keyakinannya. (HR Daruquthni).

Baca Juga: Lebih dari 500 Ribu Liter Air Zamzam Terdistribusi saat Ramadhan

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 31 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)