LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Ma’had Subulana Bontang, Kalimantan Timur, Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq, menilai, mengusir anak-anak yang ribut di masjid bukan langkah bijak.
“Anak kecil yang membuat gaduh di masjid, memang tidak boleh dibiarkan, harus diamankan. Tapi mengusir mereka, itu juga bukan solusi yang baik,” tulis Ustadz Syahrin di akun
Facebook-nya, Jumat (8/4/2022).
Dia menegaskan, anak-anak yang diusir dari masjid karena alasan ribut, mereka juga yang nanti diharapkan memakmurkan masjid saat sudah dewasa. Bahkan, di pundak mereka dititipkan amanah Islam. Itu bukan pekerjaan mudah.
Baca juga: Rutinkan Sedekah Jumat saat Ramadhan, Bikin Usaha Makin Lancar“Lalu, bagaimana mungkin anak-anak itu bisa mencintai masjid jika kenangan masa kecilnya tentang rumah Allah adalah kebengisan dan pengusiran?” ucap Ustadz Syahrin.
Dia meminta agar setiap orang tua atau pengurus masjid bersabar atas tingkah anak-anak tersebut. Sebab, ributnya mereka di dalam masjid masih lebih baik daripada diam di tempat maksiat.
Cukup beri mereka nasehat dengan lembut dan pemahaman dengan baik. Gereja-gereja mengiming-imingi anak agar kerasan di dalamnya dengan aneka permen dan hadiah menarik.
“Lalu di mana kita dari mengamalkan hadits ‘tahaddu tahabbu’ salinglah memberi hadiah maka kalian akan saling mencintai,” tuturnya.
Dia meminta agar para takmir masjid mulai berpikir kreatif. Dana masjid bisa dialokasikan sebagian untuk ‘pengamanan anak di masjid’. Dana umat tidak boleh hanya untuk proyek megah-megahan bangunan saja.
“Berikan hadiah yang menyenangkan kepada anak- anak yang shalatnya rajin dan tidak bermain-main. Buatkan iklan besar-besar. Pajang kalau perlu hadiahnya, gantung beberapa sepeda. Dan nanti setiap pekan dan akhir Ramadhan bagikan itu ke mereka,” kata Ustadz Syahrin.
Baca juga: Mengenal KH Abdul Syukur Yusuf, Penerus KH Arifin Ilham di Majelis Az-ZikraTenaga, pikiran, dan dana yang dikeluarkan untuk membina anak cinta dan betah di masjid adalah investasi besar, baik di dunia maupun di akhirat. Slogan ‘dari masjid kita bangkit’ hanya bisa terwujud jika anak-anak muslim dibuat dekat dengan masjid.
“Suara riuh mereka yang energik hari ini, itulah yang kelak akan menggemakan kalimat suci di seluruh penjuru bumi Allah. Bukan suara dengkur para tetua yang tertidur kelelahan di tiang-tiang dan sandaran masjid lainnya,” ucapnya.
(jqf)