Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 12 Juli 2026
home global news detail berita

Korek Kuping dan Ngupil Bisa Batalkan Puasa? Ini Kata Buya Yahya

mahmuda attar hussein Ahad, 10 April 2022 - 13:05 WIB
Korek Kuping dan Ngupil Bisa Batalkan Puasa? Ini Kata Buya Yahya
Penceramah Buya Yahya memberikan tanggapan soal hukum korek kuping dan ngupil. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Penceramah Buya Yahya menilai memasukkan benda ke dalam lima lubang tubuh dapat membatalkan puasa. Kelima lubang tersebut di antaranya hidung dan telinga.

"Memasukkan (korek kuping) ke dalam telinga, sepanjang sebatas jangkauan jemari tidak batal. Asalkan jemarinya normal, tidak dengan kuku yang panjang," kata dia dalam Channel YouTube 'Buya Yahya Menjawab', dikutip Ahad (10/4/2022).

Adapun bagi kebiasaan masyarakat yang menggunakan alat seperti cotton bud, akan membatalkan puasanya. Sebab, alat yang digunakan telah melampaui jangkaun jemari, dan menjangkau bagian dalam telinga.

Baca Juga: Minum Obat saat Puasa, Batal atau Tidak? Buya Yahya Menjawab

Sementara membersihkan hidungnya atau mengupil, lanjut dia, tidak membatalkan puasa. Namun, bisa jadi batal ketika ada benda masuk terlampau dalam ke dalam rongga hidung.

"Bisa batal ketika memasukkan sesuatu sampai kepada wilayah yang jika kemasukkan air akan terasa panas dan membuat seseorang tersedak," katanya.

Artinya, ketika seseorang membersihkan hidung atau bagian bawah tidak membatalkan puasanya. Namun, memasukkan benda ke dalam hidung sampai tersedak akan membatalkan puasa.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 12 Juli 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:02
Ashar
15:23
Maghrib
17:55
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan